Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Mengagungkan (Hukum) Haramnya Darah Kaum Muslimin


Syaikh ‘Athiyatullah –Rahimahullah-

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan pada-Nya. Kita berlindung pada Allah dari keburukan jiwa kita dan dari kejelekan amal kita. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang memberikan petunjuk padanya. Saya bersaksi tidak ada ilah (yang Haq) kecuali Allah saja tanpa ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga Allah limpahkan shalawat dan salam padanya, keluarga dan sahabatnya, serta pada siapa saja yang mengambil petunjuknya hingga hari pembalasan. Adapun kemudian;

Wahai saudara-saudara –kaum muslimiin- dan saudari-saudari –kaum muslimaat-, wahai saudara-saudara –para mujahidin- dari kalangan putera ummat kita yang perkasa lagi mendapat pertolongan. Semoga kalian mendapatkan kesejahteraan, serta rahmah dan barakah Allah.

Motif dari kalimat singkat ini untuk kalian adalah apa yang sering kami dengar dan yang sering didengar oleh orang-orang dari arah musuh dan media informasi yang (masih) berjalan dalam porosnya, berupa tuduhan-tuduhan membunuh kaum muslimiin oleh gerakan jihad, dan menggambarkan para mujaahidiin sebagai jama’ah pembunuh yang tidak memiliki keinginan melainkan menumpahkan darah dan merampas harta. serta tidak memiliki target mulia, tujuan terpuji, planning politik dan yang semisal dengan itu, padahal mereka dusta!

Sungguh dalam penggambaran itu media informasi terbantu oleh makar musuh salibis yang bersiap-siap untuk pergi dari Afghanistan dalam keadaaan tercela lagi terusir, sedangkan kebiasaan mereka untuk merusak (tetap) berjalan, mengikuti politik yang hancur di bumi ini, dan sembari membinasakan pertanian dan peternakan ketika si musuh salibis keluar, tanpa menoleh pada kemanusiaan dan tanpa memikirkan dampak serta masa depan hubungan antar bangsa. Media informasi juga terbantu oleh atmosfir yang panas oleh debu musuh yang tengah lari ini. Berbagai pekerjaan mencurigakan juga terdapat di pasar-pasar kaum muslimin dan terkadang di masjid-masjid dan lain sebagainya.

Untuk mempersingkat, menerangi jalan, untuk mendapat ‘udzur dari Allah dan untuk menambah peran dalam mengkoreksi gerakan jihad kita yang baik; sesungguhnya kami menekankan ketidak terkaitan kami sama sekali dari aksi apapun yang menjadikan kaum muslimin sebagai target, sama saja di masjid-masjid, pasar-pasar, jalan-jalan ataupun pada perkumpulan-perkumpulan mereka. Juga bahwa organisasi Al-Qaeda, terwakili kepemimpinan mereka, melalui satatement-statementnya dan melalui jubir-jubirnya telah menekankan hal ini berkali-kali.

Kami jelaskan bahwa urusan ini adalah bagian dari konsep, metodologi dan da’wah kami. Kami juga menjelaskan bahwa kami melihat pada bangsa islam kami, meskipun bangsa itu terkalahkan pada perkaranya, sedangkan kami tidak membebaskannya dan (tidak membebaskan) diri kami dari kelengahan. Hanya saja sesuatu dinisbatkan pada sifat yang paling nampak yang mengelilinginya pada masalah tertentu. Sedangkan bangsa ummat kita yang dikuasai oleh tiran murtad, serta organisasi-organisasi sekuler pengkhianat yang bekerja pada musuh dan loyal terhadap barat, adalah bangsa muslim yang wajib bagi kita sebagaimana wajib bagi setiap individu yang mampu dari personel bangsa ini untuk berusaha melepaskannya, membersihkannya dan memberikan petunjuk padanya, serta meningkatkannya pada derajat kebaikan, keperkasaan dan kemuliaan, bukan melakukan pembunuhan didalamnya dan merampas kepunyaannya, serta menambah penderitaan, kesengsaraan, dan kepiluannya.

Kami jelaskan bahwa kami terikat oleh Syari’ah (Undang-undang) Rabb kami yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia yang mengharamkan membunuh jiwa kecuali dengan (alasan) yang benar, sejahat apapun dan selalim apapun musuh, juga seberapapun banyak kebencian dan permusuhan yang telah terakumulasi dalam perang. Sesungguhnya diin (agama) Allah –Yang maha perkasa lagi tinggi- lebih berharga dan lebih tinggi. Dan sungguh kesuksesan dengan keridhaan dan kemuliaan Allah, lebih mulia dan lebih tinggi dari seluruh tujuan.

Maka kami berlepas diri dari pekerjaan apapun sejenis ini (membunuh muslim tanpa alasan yang benar), yang dilakukan oleh pihak apapun dan di tempat manapun. Sama saja (oleh) kelompok jahat yang dinisbatkan pada musuh, korporasi keamanan kafir bayaran semoga Allah menghinakan mereka, ataupun yang dinisbatkan pada kaum muslimiin dan pada mujahidin, sedangkan kelompok-kelompok itu menggampangkan dan menyepelekan.

Sesungguhnya kami jelas menganggap pekerjaan seperti itu termasuk perbuatan merusak di bumi ini, serta kami anggap hina.

“Dan Allah tidak menyukai kerusakan.” (Qs. Al-Baqarah : 205)

“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Qs. Al-Maidah : 64)

Sesungguhnya jihad kami yang disyari’atkan lagi diberkahi, memiliki tujuan tinggi dan target kami terpuji. Semuanya adalah keadilan, rahmah, kebaikan, kemuliaan, keperkasaan, keagungan, kebajikan, kesuksesan dan keberuntungan yang terhimpun oleh ridha Allah –Yang maha tinggi- dan alam bersamanya, dalam barisannya dan sebagai penolong bagi-Nya –Yang maha perkasa lagi mulia-. Kami meninggikan kalimat Allah serta menolong dan melindungi diin-Nya. Kami benarkan Kebenaran, kami tolak kezhaliman dan kelaliman, kami bebaskan manusia dan Negara, serta kami tebarkan rohmah dan kami berikan manfaat pada makhluq.

Kami ingatkan saudara-saudara kami para mujahidin di setiap tempat –semoga Allah memberikan tawfiq pada mereka- (kami ingatkan) pada pentingnya menebarkan dan menyebarkan ilmu mengenai haramnya darah seorang muslim, wajibnya berhati-hati dalam urusan darah, menjaganya, memeliharanya dan dengan ilmu itu takut jika darah tertumpah tanpa (alasan) yang benar, juga wajibnya menutup jalan apapun yang memberikan keleluasaan untuk meremehkan darah, harta, dan kehormatan pemeluk islam, agar perang tidak melebihi atmosfir, keadaan, permusuhan dan kedengkiannya di atas berpegangnya kita terhadap syari’ah Rabb –Yang maha perkasa lagi mulia- dalam urusan ini dan dalam segala urusan, dan di atas ‘ubudiyyah kita yang sempurna pada-Nya –Yang maha suci lagi tinggi-. Maka kami sebagai hamba dan tentara Allah –Yang maha perkasa lagi mulia- berjalan di atas jalan Muhammad –semoga Allah limpahkan shalawat dan salam padanya- dengan komitmen penuh, kesabaran dan keyakinan.

Sesungguhnya tempat ini adalah tempat mengingatkan, menguatkan dan menjelaskan pada sikap yang jelas dan bukan penjelasan yang bertele-tele, disamping sungguh nash-nash syari’ah yang suci dalam area ini tidak tersembunyi bagi seluruh kaum muslimiin. Dan mengenai penjelasan mulianya dan besarnya nilai jiwa yang beriman, serta haramnya darah orang islam, cukuplah perkataan Nabi –semoga Allah limpahkan shalawat dan salam padanya- :

“Sungguh hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah dari membunuh seorang muslim.” (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i)

Biarlah dunia ini lenyap, kita lenyap, organisasi-organisasi, jama’ah-jama’ah dan proyek-proyek kita juga lenyap, sedangkan darah seorang muslim tidak tertumpah di tangan kita tanpa (alasan) yang benar. Sesungguhnya ini adalah masalah yang krusial lagi sangat jelas.

Kemudian sesungguhnya saya menyeru pada saudara-saudara saya para mujaahidiin –semoga Allah meluruskan dan menolong mereka- di mana saja mereka berada, pada titik-titik operasional yang penting:

Yang pertama : Saya menyeru mereka untuk merilis perintah pada batalion dan detasemen perang di lapangan, untuk melarang peledakan dan menggunakan pemusnah masal di masjid-masjid kaum muslimiin dan semisalnya, serta pada tempat-tempat umum seperti pasar, tempat bermain dan yang semisalnya, meskipun ada target, untuk memastikan perkara, berhati-hati serta menjauhkan diri dari kesalahan dan kerugian.

Kedua : Harus bersikap keras dalam meneliti tindakan yang dikenal dengan tindakan tatarrus (mengambil perisai), dan sangat berhati-hati dari bermudah-mudah dalam tindakan ini, karena tindakan ini dihasilkan pada perselisihan dari yang pokok. Karena tindakan ini pada posisi yang sangat mendesak, maka hendaknya tindakan ini ditentukan (sesuai) dengan kadarnya. Hendaknya para pemimpin bersikap tegas dalam tindakan ini dengan bentuk ketegasan apa saja ketika syarat-syaratnya terpenuhi dan pencegah-pencegahnya tidak ada; yaitu dapat menimpakan kekalahan dalam jumlah yang besar lagi layak diperhitungkan, sedangkan pada selain tindakan ini kesempatan cukup sempit, di mana biasanya tidak mungkin sampai pada target besar tanpa tindakan ini, dan tindakan ini telah pasti menjadi wasilah untuk tujuan tertentu, juga dikhawatirkan tidak adanya keberanian melakukan tindakan ini akan jelas membahayakan jihad, memberikan kesempatan pada musuh untuk maju dan kelapangan yang menyenangkan (bagi musuh) dalam perang dan dalam disiplin kemiliteran. Ini akan lengkap dengan poin berikut, yaitu yang ketiga.

Yaitu, hendaknya bimbingan terhadap operasi jenis peledakan ini diwakilkan pada panitia khusus yang dipercaya dalam urusan ini dari kalangan penuntut ilmu dan dari (personel) militer yang amanah, yang mempelajari segala permasalahan dengan tajam, untuk menetapkan kebolehan dan keberaniaannya atau tidak, sebagaimana yang kami lakukan di organisasi Qa’idatul Jihad (Al-Qaeda), dan segala puji bagi Allah.

Keempat : Para pemimpin mujahidin di seluruh tempat harus memahami ikhwah mujahidin secara umum dan para pemburu syahadah (mati syahid) secara khusus, serta memberikan nasehat lengkap bagi mereka dan mengenalkan mereka pada batas ketenangan secara lengkap, dengan komitmen terhadap fiqh bagi mujahid yang maju pada operasi semisal ini, di antaranya harus ikhlash untuk Allah –Yang maha tinggi-, kesediaan penuh untuk taat pada Allah –Yang maha suci lagi tinggi- dengan mengorbankan jiwanya untuk meninggikan kalimat Allah dan memuliakan panji diin (islam), dengan menolak musuh kafir yang merusak perkara diin dan dunia. Maka tidak (boleh) maju pada target yang samar atau diragukan, atau kondisi yang diperselisihkan dan berdampak pada perdebatan dan berbantah-bantahan. Juga tidak (boleh) maju kecuali telah diperiksa dan dikonfirmasi seratus persen dan benar-benar mantap bahwa target itu adalah syar’i, serta penyerangan itu adalah karena ridho Allah –Yang maha tinggi-.

 

Para pemimpin mujahidin harus menasehati para pemburu istisyhad dalam hal itu dan (harus) sangat berhati-hati dari menipu dan dari mengutus mereka kepada target yang samar lagi diragukan. Karena sesungguhnya hal itu tidak direkomendasikan.

Demikian pula para pemburu syahadah itu sendiri, jika menyerang target itu tanpa mengecek dan tanpa kearifan, maka sungguh dia teledor tercela, serta akan dihisab dan dihukum oleh Allah tanpa mendapatkan syahadah, dan siapa di antara kita yang rela dengan hal ini? Berapa banyak orang yang terbunuh di antara dua barisan sedangkan Allah lebih mengetahui niatnya, dan berapa banyak pencari kebaikan yang tidak mendapatkannya.

 

Sesungguhnya mujahidin yang mengorbankan harta, jiwa dan ruh mereka di jalan Allah demi mencari ridha Allah, selamanya tidak akan menerima hal ini. Sesungguhnya diin kita adalah ilmu, ‘amal dan niat. Maka hendaknya kita mempelajari ilmu yang bermanfaat, hendaknya kita menjadi orang yang memiliki kearifan, memperbaiki ‘amal dan memperbaiki niyat, sedangkan tawfiq hanya dengan (izin) Allah.

 

Ya Allah, perbaikilah untuk kami diin kami yang merupakan kesucian urusan kami. Perbaikilah untuk kami dunia kami yang di dalamnya terdapat penghidupan kami. Dan perbaikilah bagi kami akhirat kami yang merupakan tempat kembali kami.

 

Akhir seruan kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga kesejahteraan, rahmah dan barakah Allah terlimpah bagi kalian. (muqawamah/ansharusyariah.com)