Sabtu, 14 Sya'ban 1440 H / 20 April 2019 M

Harga Sepatah Kata dan Nilai Sebuah Suara


Bismillah, wal hamdulillah wa lahaula wa laa quwwata illa billah. Waba'd

Kekuasan dan apapun yang ada di dunia ini hakikatnya hanya milik Allah semata.

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS. Ali Imran :26.

Hanya saja sampainya kekuasan kepada seseorang caranya bisa bermacam-macam, ada yang melalui kudeta -berdarah maupun tak berdarah-, ada yang mendapatkannya sebagai warisan dari orang tuanya (Raja), ada yang dengan musyawarah antar sultan/Raja untuk memilih salah satunya sebagai sultan agung atau yang dipertuan agung, secara berkala, (kerajaan Malaysia).

Ada pula cara meraih kekuasan harus dengan memperebutkannya dengan peperangan yang panjang dan menuntut korban jiwa dan harta yang tidak sedikit. Seperti yang terjadi di Afghanistan dan Suriah. Itulah mahalnya kursi kekuasan yang sering-sering diperebutkan.

Ada juga cara perebutan kekuasaan yang relatif lebih dan tidak terlalu riskan bila dibandingkan dengan yang lain yaitu pemungutan suara (vote). Disinilah letak mahal dan penting sekaligus bahayanya "suara".

Suara-suara yang sama bila terkumpul menjadi banyak bisa menjadi senjata utama untuk menumbangkan kuasa kedzoliman. Sebaliknya bisa juga untuk menegakkan kekuasan yang adil.

Satu pendapat politik yang sangat bernilai dan menandakan dinamika suksesi kepemimpinan dan perpindahan kekuasan yang sangat istimewa dan penuh berkah adalah kata-kata Umar bin Khotob kepada Abu Bakar RA, yaitu: "Ulurkan tanganmu aku akan membaiatmu".

Kalimat ini bermakna:
1. Umar mencalonkan Abu Bakar RA sebagai pemimpin umat (khalifah) pengganti Rasulullah SAW.
2. Umar RA memilih Abu Bakar RA sebagai Khalifah, pemimpin umat pengganti Nabi Muhammad SAW.
3. Umar RA mengangkat/mambaiat Abu Bakar RA sebagai pemimpin umat dalam menegakkan syari'ah yang selanjutnya umat secara umum berbaiat kepadanya untuk siap mendengar dan mentaatinya. (Al Islam, Sa'id Hawa)


Itulah mahalnya suara, dapat menegakkan keadilan juga dapat mendukung kedzoliman. Apabila diikuti orang yang lebih banyak dan dapat memenangkan perjuangan.

Maka, Pilpres maupun Pileg, dan berbagai cara pergantian kepala negara yang secara umum berjalan di berbagai negara demokrasi adalah semacam adat, 'uruf, dan tatanan tertulis maupun tak tertulis yang sangat berpengaruh bagi sebuah bangsa, negara, sekaligus agama di masa depan, terutama bagi Islam sebagai agama mayoritas warga negara dan tidak mudah dan bukannya masalah yang sederhana untuk menafikannya demi Izzul Islam wal Muslimin.

Untuk itu wajar apabila di negara kita samapai ada dua kali ijtima' ulama yang pada akhirnya menyatakan dukungan pada salah satu paslon yang sudah dipertimbangkan akan sangat membantu kemajuan Islam ke depan, yakni paslon nomor urut 02.

Suara adalah kesaksiaan, suara adalah amanah, dan suara adalah senjata yang mempunyai "daya melumpuhkan" yang luar biasa.

Maka wajarlah bila musuh-musuh Islam sangat tamak untuk meraupnya meski harus membayar mahal, sementara umat Islam masih ada yang "mangu-mangu" dalam mensikapinya.

Kita terhenyak ketika melihat Ustaz Zulkifli Ali, Habib Rizieq Syihab dan Dr Muinudinillah Basri yang masing-masing sangat jelas riwayat perjuangan dan pendidikannya berpandangan bahwa perhelatan nasional Pilpres maupun Pileg bagi umat Islam adalah jihad, atau jihad total (meminjam istilah IB HRS).

Sementara kita, yang yang riwayat perjuangan dan riwayat pendidikannya tidak terlalu jelas, justru berpandangan agak lain.

Masya Allah, betapa dahsyat Sabda Rasulullah SAW di akhir hayatnya (Haji wada') ketika ia ditanya oleh seorang sahabat: "Jihad yang mana yang paling utama?" Baginda menjawab: "Seutama-utama Jihad berkata benar di depan penguasa yang dzalim".

Hikmahnya, betapa hebatnya perjuangan/jihad berkata benar atau bersuara benar dalam ranah politik (Jihad Siyasi). Selamat berjihad, semoga Allah karuniakan berkah dan kemenangan.

Ustadz Muzayyin Marzuqi | Qoid Mahkamah Syariah Jamaah Ansharu Syariah