Sabtu, 14 Sya'ban 1440 H / 20 April 2019 M

Berkurangnya Kekuatan Musuh adalah Pertolongan Allah Untuk Kaum Muslimin


BERKURANGNYA KEKUATAN MUSUH ADALAH PERTOLONGAN ALLAH UNTUK KAUM MUSLIMIN
Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi
(Majelis Syariah Jamaah Ansharu Syariah)

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗلِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚوَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ الَّهِ ۚيَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

"Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang" (QS Ar Ruum 2-5)

Disebutkan dalam surah Ar Ruum 2 - 5 di atas bagaimana kaum muslimin bergembira dengan kekalahan Persia atas Romawi padahal mereka sama-sama kafir, sama-sama memusuhi Islam. Dan Allah Menyebut kekalahan Persia itu sebagai NASHR (PERTOLONGAN/KEMENANGAN) bagi orang-orang mukmin. Lalu apa kaitannya dengan Islam ?

BERKURANGNYA MUSUH ATAU BERKURANGNYA KEKUATAN MUSUH ADALAH PERTOLONGAN ALLAH BUAT KAUM MUSLIMIN, APALAGI KALAU ANTAR MUSUH SALING BERTARUNG. BUKAN MALAH KITA BUAT MEREKA BERSATU MEMUSUHI KITA ...!!!!!

Para ulama menyebutkan bahwa Romawi lebih dekat kepada Islam karena dasar agama mereka adalah agama samawi meskipun sudah mengalami perubahan. Terbukti bahwa kaisar Heraclius sebenarnya sudah mau beriman kepada Rasulullah shollallohu alaihi wasallam ketika mendapatkan keterangan dari Abu Sufyan yang saat itu masih kafir tentang pribadi Rasulullah shollallohu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam Bibel, namun dilarang oleh para menterinya dan diancam akan dibunuh. Kisah ini disebutkan dalam shahih Bukhari, bahkan Heraclius mengatakan : "Seandainya ia ada di depanku, pasti akan aku basuh kakinya".

Sedangkan Persia, mereka terkenal sangat kejam dan anti Islam, terbukti bagaimana Kisra Persia merobek surat dari Rasulullah shollallohu alaihi wasallam.

Dari surah Ar Ruum ini kita ambil pelajaran, bahwa dalam pertarungan antara kekufuran pun kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah agar hasil akhirnya adalah yang menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Sedangkan dalam pertarungan di 17 April 2019 nanti adalah pertarungan antara haq dan bathil, meskipun dalam kancah demokrasi yang merupakan sistem kufur. Al haq yang saya maksud di sini adalah keinginan umat Islam untuk diatur dengan syariat Islam dan dipimpin oleh seorang mukmin. Memang harus kita akui bahwa sarana yang dipergunakan adalah sesuatu yang hukum asalnya adalah haram. Namun harus kita sadari bahwa para ulama pun berbeda ijtihad menngeenai hal ini. Pertarungan ini pun mau tidak mau, suka atau tidak suka akan melibatkan ratusan juta umat Islam.

Maka sudah semestinya siapa saja yang tidak sependapat tentang bolehnya menjadikan parlemen sebagai washilah perjuangan pun ikut berdoa semoga Allah memberikan kepada umat Islam Indonesia seorang pemimpin yang lebih mencintai kaum muslimin Indonesia. Walaupun kita tidak harus ikut serta dalam proses Pilpres tersebut karena perbedaan pilihan ijtihad, tapi setidaknya mengarahkan kaum muslimin lainnya yang memiliki ijtihad berbeda dengan kita, UTAMANYA LAGI KAUM MUSLIMIN YANG SANGAT AWAM DAN RAWAN DIMANFAATKAN UNTUK MEMUSUHI ISLAM agar jangan sampai salah memilih.

Perbedaan pandangan jangan sampai melemahkan perjuangan umat Islam. Ada saatnya kita saling nasehat menasehati dan saling mengingatkan, ada kalanya kita saling menghormati dan menguatkan.

Wallohu A'lam bish showab