Sabtu, 21 Muharram 1441 H / 21 September 2019 M

Mereka Tak Pernah Tidur Menghancurkan Generasi Islam


Oleh: Ustaz Surip., S.Pd.I | Sariyyah Dakwah Jamaah Ansharu Syariah

Umat Islam memiliki catatan-catatan sejarah dan bukti-bukti yang kuat, bahwa penyebaran kemaksiatan adalah merupakan suatu usaha penghancuran Islam oleh musuh-musuh Islam, terutama kaum zionis dan misionaris Kristen. Cara-cara seperti ini sudah lazim digunakan oleh penjajah Kristen Barat dalam menghancurkan berbagai budaya negeri jajahannnya, seperti halnya cara Inggris menggunakan candu dalam menaklukkan Cina.

Dalam Konferensi Misionaris di Kota Quds tahun 1935, Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen menyatakan: Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai orang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam, agar jadi orang yang tidak berakhlak sebagaimana seorang Muslim. Dengan begitu akan membuka pintu bagi kemenangan imperialis di negeri-negeri Islam. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam. Generasi Muslim yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi yang malas, dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsunya”.

Dalam salah satu bukunya (edisi Arab: Al Gharah ‘Alal ‘Alam Islamiy, hal. 275), Zweimer menulis: “Di dalam mata rantai kebudayaan Barat, gerakan misi punya dua tugas: menghancurkan peradaban lawan (baca: peradaban Islam) dan membina kembali dalam bentuk peradaban Barat. Ini perlu dilakukan agar si Muslim dapat berdiri pada barisan budaya Barat untuk melawan umatnya sendiri.” (Majalah Sabili, No 19 Th VII, 8 Maret 2000).

Salah satu strategi misi Kristen saat ini adalah “merusak Islam”. Mereka bukan hanya membujuk orang Islam masuk Kristen, tetapi juga berusaha menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya. Harry Dorman, dalam bukunya Towards Understanding Islam, mengungkapkan pernyataan seorang misonaris Kristen: “Boleh jadi, dalam beberapa tahun mendatang, sumbangan besar misionaris di wilayah-wilayah muslim akan tidak begitu banyak memurtadkan orang muslim, melainkan lebih banyak menyelewengkan Islam itu sendiri. Inilah bidang tugas yang tidak bisa diabaikan".

Dr. Cragg, seorang misionaris terkenal asal Inggris, menyatakan: “Tidak perlu diragukan bahwa harapan terakhir misi Kristen hanyalah melakukan perubahan sikap umat Muslim, sedemikian rupa sehingga mereka mau bertoleransi.”(Lihat buku Islam dan Orientalisme, karya Maryam, Jameela (Margareth Marcus), 1994:8-9, 51-52).

Sidik Jatnika, dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, penulis buku “Gerakan Zionis Berwajah Melayu” (tahun 2001, hal.196) mencatat strategi gerakan zionis untuk menghancurkan umat Islam: “Agen gerakan Zionisme di Indonesia yang paling mutakhir adalah gerakan dengan membonceng euphoria reformasi. Atas nama kebebasan, hak asasi manusia, danlain sebagainya, mereka secara terang-terangan mulai memperjuangkan pengakuan terhadap berbagai perilaku penyimpangan sosial maupun seksual sebagai realitas yang harus dihargai dan diberi hak hidup di Indonesia.

Mereka dengan lantang mengkampanyekan supaya komunisme dan atheisme; ataupun pemujaan terhadap setan diberi hak hidup di Indonesia sebagaimana layaknya sebuah agama ataupun ideologi. Bahkan, mereka tidak merasa malu lagi memperjuangkan agar prostitusi, homoseksual, lesbian, (baca - LGBT) dianggap sebagai profesi dan perilaku yang sah keberadaannya. Anehnya, jika masyarakat melakukan tindakan penggerebekan terhadap para pelaku penyimpangan sosial tersebut, justru masyarakatlah yang disalahkan karena telah melanggar hak asasi individu manusia untuk berzina, melakukan homoseksual maupun lesbian.”

Dalam Protokolat Zionis ke-17 dikatakan: “Kita telah berhasil menyebar peradaban yang penuh kuman-kuman penyakit kotor di negara-negara yang memiliki peradaban yang terkenal luhur.” Abdullah Patani, dalam buku “Gerakan Freemasonry di Asia Tenggara” mengungkapkan sepuluh cara kaum Zionis dalam melumpuhkan dan menghancurkan Islam, diantaranya ialah: (1) menyebarkan pornografi dalam segala bentuknya, (2) merusak generasi muda dengan penyebaran segala jenis minuman memabokkan dan narkotika.

Jadi, merupakan hal yang sangat mungkin dan sangat masuk akal, jika penyebaran kemaksiatan sudah merupakan sesuatu yang terencana dan tersistematis yang dilakukan oleh agen-agen misi Kristen dan Zionis, dengan mengerahkan segala cara, termasuk menyuap para pejabat dan aparat agar mereka tidak bertindak untuk menegakkan kebenaran, bahkan sebaliknya, memusuhi umat Islam yang melaksanakan kewajiban menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Itulah fakta yang kini terjadi: para mujahid penegak al-haq harus berhadapan dengan berbagai resiko, sementara para penjahat dan penyebar kemungkaran bersorak-sorai karena mereka dibela oleh sebagian oknum-oknum zionis dan misionaris Kristen yang menyusup di jaringan pemerintah dan media massa.