Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Apa Hukum Menggunakan Media WhatsApp?


Nomor: 143710020006

Pertanyaan:

Bismillah, Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Apa hukumnya menggunakan media WhatsApp? WA ini baru pagi tadi ana perbaharui karena masa pakai sudah kedaluwarsa/expired. Ada kebimbangan dihati saya untuk memperpanjang, mengingat, WA membuat dan menyediakan berbagai emot LGBT.

Mohon Penjelasan tentang hukum menggunakan WA sekarang.

Jazakalloh khair ahsanal jaza. Wassalam
Irianti, Jakarta Timur

Jawab:

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah.

Media sosial WhatsApp termasuk urusan dunia yang tidak ada dalil khusus yang menjelaskan tentang hukumnya. Akan tetapi jika dikembalikan kepada kaidah-kaidah fiqih yang telah disusun oleh para ulama maka hukum penggunaan WhatsApp bisa dikembalikan pada dua kaidah fiqih.

1. Hukum asal semua urusan dunia adalah boleh

Kaidah ini merupakan kaidah yang sangat agung, yaitu bahwa hukum asal semua urusan dunia adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya. Banyak sekali dalil-dalil Al-Qur‘an dan hadits yang menunjukkan kaidah berharga ini. Bahkan, sebagian ulama menukil ijma’ (kesepakatan) tentang kaidah ini.

Cukuplah dalil yang sangat jelas tentang masalah ini adalah sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بَأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

“Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian.” (HR Muslim no. 2363)

إِنْ كَانَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ بِهِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أُمُوْرِ دِيْنِكُمْ فَإِلَيَّ

“Apabila itu urusan dunia kalian maka itu terserah kalian dan apabila urusan agama kalian maka kepada saya.” (HR Ibnu Mâjah no. 2462)

Oleh karena itu tidak selayaknya seorang hamba menolak nikmat Allah tanpa alasan syar’i dan tidak halal baginya untuk mengharamkan sesuatu tanpa dalil.

2. Sarana tergantung kepada tujuannya

Ini juga merupakan kaidah yang sangat penting dan berharga sekali. Tidak diragukan lagi bahwa dakwah, silaturrahmi, menimba ilmu, jihad, amar ma’ruf nahi munkar, dan lainnya merupakan tujuan halal yang hukumnya bisa wajib, sunnah, atau mubah. Oleh karena itu, segala sarana yang menyampaikan kepada tujuan tersebut hukumnya juga halal. Sebaliknya, memfitnah, ghibah, mencaci maki, merendahkan orang lain, mengajak pada perbuatan dosa, mengumbar aurat, mengadu domba, menipu dan lainnya adalah tujuan yang haram. Oleh karena itu, segala sarana yang menyampaikan kepada tujuan tersebut hukumnya juga haram. Maka hukum penggunaan pesawat terbang, bom, tank, dan alat-alat canggih modern lainnya tergantung pada tujuannya. Jika digunakan untuk sarana ibadah tidak diragukan tentang bolehnya karena alat-alat tersebut merupakan sarana menuju ibadah yang mulia. Tapi jika digunakan untuk kejahatan maka hukumnya menjadi haram dan berdosa.

Kesimpulannya, bahwa WhatsApp layaknya alat-alat teknologi lainnya seperti telepon, radio, tape, dan sebagainya tergantung siapa yang menggunakannya. Ia bisa digunakan untuk menimbulkan kerusakan aqidah, pemikiran, akhlak, dan sebagainya sehingga mendatangkan dosa bagi pelakunya dan bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat sehingga mendapatkan pahala dan kebagian bagi pelakunya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, seyogianya bagi kaum muslimin untuk memanfaatkan alat ini untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat agar dakwah Islam semakin berkembang dan menyebar.

Adapun tentang adanya emoji berupa simbol-simbol LGBT dan simbol-simbol kekafiran maka yang terpenting kita hindari dan tidak kita gunakan dalam pesan yang kita kirim.

Allâhu a’lam bish showâb.
Ahad, 5 Syawal 1437 | 10 Juli 2016

Untuk file nya silahkan di download: