Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Ustadz Felix Siauw Ditolak di Semarang, Ini Kata Ustadz Iim Ba’asyir


SOLO (Ansharusyariah.com) – Sebanyak lima ormas di Semarang  melakukan penolakan terhadap kedatangan Ustadz Felix Siauw hair Jumat (7/7/2017). Mereka menuding bahwa ustadz Felix Siauw sebagai corong  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) , anti NKRI, dan anti Pancasila.

Sedianya, Ustadz Felix dijadwalkan berceramah di Masjid At-Taufiq Banyumanik 8 juli 2017, serta Halal Bihalal di Universitas Sultan Agung Semarang 9 Juli 2017, namun acara tersebut akhirnya batal.

Menganggapi hal tersebut, Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan bahwa sampai sekarang HTI masih eksis dan belum bubar karena tidak ada keputusan hukum terkait pembubaran HTI.

“Ada upaya dari pemerintahan untuk melakukan framing di akar rumput (masyarakat-red), bahwa HTI ini  seakan-akan sudah dibubarkan, ini masyarakat pahamnya HTI  sudah  dibubarkan, tapi pemerintah tau, tidak bisa membubarkan HTI begitu saja.”terangnya pada Jurnalislam.com, Jumat (7/7/2017).

Ustadz Iim sapaannya, juga menjelaskan bahwa pemerintah tidak bisa begitu saja membubarkan HTI. Ia mengatakan, setiap ormas yang sudah legal dilindungi oleh undang-undang, sehingga ketika pemerintah ingin membubarkannya harus melalui proses hukum yang berlaku.

“ Karena sampai hari  ini yang saya pahami tatanan pembubaran tidak seperti ini, itu harus melalui mekanisme pengadilan, karena HTI sudah  mendaftarkan diri, jadi sudah diakui pemerintah sebagai ormas, tidak bisa seperti ini, harus ada prosedur hukum yang ditempuh, tidak bisa tiba-tiba HTI bubar,karena hak berserikat, hak berorganiasi di negara ini dijamin,” tambahnya.

Putra ustadz kharismatik  Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini juga berharap kepada ormas-ormas yang selama ini melakukan penolakan terhadap dakwah Ustadz Felix Siauw,l ebih jeli dalam melihat konteks  permasalahan.

“Selain kita doakan semoga Allah beri hidayah pada mereka, kita juga berharap mereka lebih jeli dan kritis dalam melihat suatu permasalahan, lebih mau memahami apa hakikatnya yang sedang terjadi di sekitarnya.  Karena kalau tidak, orang-orang seperti ini hanya akan dimanfaatkan, dan dia akan ditarik kesana-sini sesuai dengan kepentingannya.”pungkasnya (Arie)