Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 H / 21 Februari 2018 M

Jubir Ansharusyariah: Umat Harus Memahami Konsep Kepemimpinan Islam


JAKARTA (Ansharusyariah.com) – Jama'ah Ansharusy Syari'ah sukses menggelar Seminar Kepemimpinan Islam di Jakarta, Selasa (6/2/2018) lalu. Juru bicara Jama'ah Ansharusy Syari'ah Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir mengucapkan terimakasih kepada para tokoh yang hadir dan telah memberikan gagasannya dalam acara tersebut.

Ustadz Iim berharap seminar tersebut dapat menyatukan pandangan para ulama dan tokoh Islam terkait konsep kepemimpinan Islam di Indonesia sebagai pencerahan untuk umat.

“Agar umat tidak buta dengan persoalan ini dan para tokoh tidak lagi berbeda-beda pendapat,” kata Ustadz Iim kepada Jurnalislam.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/2/2018).

Ia memandang, kepemimpinan Islam nyaris hilang dari benak umat Islam pada umumnya. Bahkan, kata dia, para tokoh Islam justru malah terpengaruhi oleh konsep kepemimpinan yang datang dari luar Islam.

“Karena kepemimpinan itu tidak muncul begitu saja, umat Islam harus berusaha untuk memunculkan pemimpinnya sendiri,” paparnya.

Ustadz Iim menjelaskan, saat ini Islam dan umat Islam terus ditimpa musibah karena tidak adanya seorang pemimpin Islam yang benar-benar menyayangi umatnya.

“Pemimpin-pemimpin yang ada saat ini tidak menyayangi mereka (umat Islam) bahkan cenderung semakin memojokkan mereka, dan tidak sedikit para pemimpin yang justru memusuhi mereka orang-orang yang cinta dengan Islam,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, umat Islam harus berjuang mengembalikan kedaulatannya di negeri ini.

Ustadz Iim menuturkan, seminar tersebut merupakan ikhtiar Jama'ah Ansharusy Syari'ah untuk menyatukan persepsi umat akan pentingnya kepemimpinan di dalam Islam.

“Seminar ini hanya salah satu upaya yang bisa kita lakukan, kita berharap dengan upaya kecil ini Allah subhanahu wataala memberikan keberkahannya dalam langkah-langkah umat Islam selanjutnya,” tuturnya.

“Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta'ala segera mewujudkan kepemimpinan Islam di negeri ini sehingga negeri ini menjadi negeri yang baldah toyyibah waraabun ghafur,” tutupnya.

Seminar Kepemimpinan Islam dengan tema ‘Kepemimpinan Islam dalam Dinamika Politik Indonesia” itu dihadiri oleh sejumlah ulama, perwakilan ormas Islam, dan para akademisi. Ustadz Iim sendiri berhalangan hadir karena sedang beribadah umroh. (IF)