Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 H / 21 Juli 2018 M

Soal Sukmawati, Ansharusyariah Minta Aparat Adil Tanpa Pandang Bulu


SOLO (Ansharusyariah.com) – Juru bicara Jama'ah Ansharusy Syari'ah Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir menegaskan puisi Sukmawati Soekarnoputri adalah pelecehan dan penghinaan terhadap Syariat Islam. Ustadz Iim, sapaanya, mendesak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut dengan adil tanpa pandang bulu.

“Jamaah menolak perlakuan Sukmawati terhadap Syariat Islam. Itu adalah bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap Syariat Islam dan kita tidak rido dengan itu,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (4/4/2018).

Ia menilai, tindakan Sukmawati adalah provokasi yang disengaja. Sebab, kata dia, tokoh sekelas Sukmawati memahami betul akan reaksi yang ditimbulkan ketika menyerang agama Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini.

“Ini adalah bentuk provokasi yang harus diwaspadai, ini sangat SARA dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap aparat segera mengusut kasus tersebut sebelum terjadi gejolak yang lebih besar di tengah-tengah masyarakat.

“Kita berharap pemerintah tetap bersikap adil dalam kasus ini, tidak melihat dia (Sukmawati-red) siapa. Kita meminta pemerintah mengadili Sukmawati sebab kalau tidak itu akan mengancam kerukunan,” tegasnya.

Kendati demikian, ia tetap meminta umat Islam tidak terprovokasi. Menurutnya, ada kemungkinan kasus ini sengaja digulirkan untuk pengalihan isu.

“Karena saat ini pemerintah begitu terpojok dengan berbagai kegagalan dan Saya mengajak kepada umat Islam untuk tetap kritis dan tidak teralihkan perhatianya dengan adanya kasus ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam acara Indonesian Fashion Week 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu. Beberapa kalimat dalam puisinya dinilai telah melecehkan syariat Islam.

Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (Arie Ristyan)