Jum'at, 10 Muharram 1440 H / 21 September 2018 M

Begini Kriteria Hizbullah dan Hizbusyaiton, Dimana Posisi Kita?


SOLO (Ansharusyariah.com) - Juru bicara Jama'ah Ansharusy Syari'ah Ustadz Abdul Rochim Ba'asyir menanggapi pernyataan Amien Rais soal partai Allah dan partai setan yang menciptakan pro kontra. 
 
Menurut pria yang akrab disapa Ustadz Iim, pernyatan Amien Rais jangan hanya dipahami dalam konteks politik praktis semata. Akan tetapi istilah partai Allah (Hizbullah) dan partai setan (Hizbusyaiton) mempunyai makna yang lebih luas.
 
"Bisa jadi tidak lepas dari peran umat Islam yang saat ini berada di barisan kelompok yang sedang berjuang mengembalikan kedaulatan umat Islam di Indonesia dan mereka yang berada dalam barisan yang menentang Islam," terangnya, Kamis (18/4/2018)
 
Oleh sebab itu, Ustadz Iim menjelaskan kriteria yang termasuk hizbullah dan hizbusyaiton. Ia menukil surat Al Maidah dari ayat 55 sampai 56.
 
Ustadz Iim menyampaikan, ada 4 kriteria Hizbullah yang dijelaskan dalam ayat tersebut. Kriteria yang pertama adalah orang-orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah.
 
"Mereka merealisasikan cintanya kepada Allah, kecintaan yang itu sifatnya taabudiyah atau penghambaan. Sehingga siap untuk berkorban demi syariatnya, demi tegaknya kedaulatan Islam," paparnya.
 
Kriteria kedua, orang-orang yang dikelompokkan dalam Hizbullah adalah orang-orang yang berlemah lembut terhadap sesama muslim dan bersikap tegas kepada orang-orang kafir yang memusuhi Islam.
 
"Mereka selalu membela umat Islam, membantu kepentingan umat Islam dan bersikap keras dan tegas kepada orang-orang kafir. Kriteria ini juga dijelaskan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22," jelasnya.
 
Ketiga, Hizbullah adalah orang-orang yang siap berjihad dalam meneggakan syariat Allah dan tidak gentar atas celaan orang-orang yang tidak menghendakinya.
 
"Kita tahu, orang Islam yang berjuang mengembalikan kedaulatannya di negeri ini selalu diberi stigma negatif; anti-NKRI lah, anti-Pancasila lah, anti-kebhinekaan, teroris lah dsb. Celaan-celaan ini juga didapati oleh Rasullah dan para pengikutnya dari orang-orang musyrik Mekah," papar ustadz Iim.
 
Terakhir, Hizbullah adalah orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang menegakkan syariat Allah sebagai wali-walinya.
 
"yaitu orang-orang beriman yang menegakkan shalat, menunaikan zakat dan orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah. Artinya mereka ini adalah orang-orang yang menjalankan Syariat Islam, bukan orang-orang munafik. Maka kalau mau jadi Hizbullah maka pimpinan-pimpinan yang kita pilih haruslah para ulama yang istiqomah terhadap syariat," tukasnya.
 
Jika empat kriteria tadi sudah dipenuhi, lanjutnya, Allah menjanjikan kemenangan bagi kaum muslimin.
 
"Jadi kemenangan itu Allah jamin buat kita, tapi dengan syarat kamu menjadi Hizbullah," katanya.
 
Ustadz Iim mengingatkan agar kaum muslimin tidak salah dalam memahami Hizbullah ini hanya dalam konteks politik praktis saja tapi harus memahami sesuai dengan yang dijelaskan dalam Al-Quran.
 
 
Ustadz Iim juga menyampaikan kriteria dari Hizbusyaiton. Kelompok ini juga dijelaskan dalam surat Al-Maidah  tapi pada ayat 19 sampai ayat 22. 
 
"Kriteria utama mereka adalah dikuasai oleh setan. Sehingga menjadikan mereka lupa kepada Allah SWT. Sehingga pemikiran-pemikiran yang keluar dari mereka adalah sekularisme, anti-Syariat, anti-agama, komunisme. Mereka telah diikat oleh rantai-rantai setan," papar Ustadz Iim.
 
Dalam ayat tersebut, Ustadz Iim menjelaskan bahwa hizbusyaiton adalah kelompok yang pasti dikalahkan oleh Allah SWT.
 
"Itu sudah ketentuannya, mau bagaimanapun mereka berupaya menyerang Islam dan umat Islam mereka pasti akan kalah," tegasnya.
 
Oleh karena itu, Ustadz Iim mengimbau umat Islam untuk tidak berkecil hati dalam perjuangan menegakkan syariat Islam. Selama semua kriteria hizbullah terus diupayakan maka 
 
"Jangan sampai salah fokus dalam perjuangan ini, tujuan kita adalah untuk menegakkan syariat Allah SWT," pungkasnya.