Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Sang Ulama’ Mujahid yang ditakuti Amerika


“Jika Amerika menginginkan saya, silahkan mereka mencari saya. Allah-lah sebaik-baik pelindung saya. Jika Allah berkehendak menyelamatkan saya, maka Amerika tidak akan mampu menangkap saya meski mereka membelanjakan seluruh kekayaan di muka bumi untuk menangkap saya. Adapun jika Allah berkehendak saya terbunuh di tangan Amerika atau antek-antek Amerika, maka sungguh itulah cita-citaku selama ini.” (Anwar Al-Awlaqi)

Dari kelahiran sampai menempuh S3

Beliau adalah Anwar bin Nashir bin Abdullah Al-Awlaqi, dari suku ‘Awaliq, salah satu suku yang mendiami daerah Syabwah di Yaman. Syaikh Anwar Al-Awlaqi dilahirkan pada tanggal 22 April 1970 M di New Mexico, AS. Kedua orang tuanya berasal dari Yaman dan saat itu tinggal di Amerika dalam rangka studi. Ayahnya pada saat itu sedang menempuh kuliah ilmu pertanian.

Nama ayahnya adalah syaikh DR. Nashir bin Abdullah Al-Awlaqi, saat itu menjabat sebagai menteri pertanian dan rektor Universitas Shan’a, Yaman. Ia meraih gelar magister (S2) di bidang ekonomi pertanian dari Universitas New Mexico pada tahun 1971 M. Ia lalu berhasil meraih gelar doktor (S3) dari Universitas Nebrasa pada tahun 1974 M. Setelah itu ia bekerja sebagai dosen di Universitas Minesota.

Syaikh Anwar Al-Awlaqi dan keluarganya kembali ke Yaman saat ia berumur tujuh tahun. Saat itu ia tidak mengerti sedikit pun bahasa Arab, baik secara lisan maupun tulisan. Namun karena masih dalam usia anak-anak, ia bisa mengikuti seluruh pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Arab di sekolah dasar dengan kepala sekolah ustadz Qadir Sa’id Al-Aghbari rahimahullah. Hanya dalam tempo waktu lima bulan, ia sudah bisa naik ke kelas dua SD bersama kawan-kawan sekelasnya.

Ketika Fakultas Tarbiyah Universitas Shan’a mendirikan sekolah menengah Azal, Anwar Al-Awlaqi mendaftarkan dirinya ke sekolah itu. Sekolah itu merupakan sekolah elit, karena para muridnya adalah anak-anak para pejabat tinggi pemerintahan, kalangan berpendidikan menengah ke atas, dan kalangan saudagar kaya di Shan’a. Anwar Al-Awlaqi menempuh jenjang pendidikan menengah di sekolah itu sampai lulus SMA. Selama di sekolah, ia senantiasa meraih rangking pertama di kelasnya. Pada wisuda kelulusan SMA tahun ajaran 1988-1989 M, ia masuk dalam rangking dua puluh besar siswa terbaik seluruh SMA di Yaman.

Pada bulan Mei 1990 M, Anwar Al-Awlaqi kembali ke Amerika untuk mengambil kuliah teknik sipil dengan konsentrasi studi sumber-sumber air. Pada masa itu, ia menjadi ketua Ikatan Mahasiswa Muslim. Ia lulus kuliah S1 pada tahun 1994 M dari Universitas Colorado, salah satu universitas paling terkenal di Amerika dalam bidang teknik sipil.

Empat tahun kemudian, Anwar Al-Awlaqi melanjutkan kuliahnya di jenjang S2. Ia meraih gelar magister di bidang teknologi pendidikan dari Universitas San Diego di California tahun 2000 M. Untuk menempuh pendidikan doktoral, Anwar Al-Awlaqi berpindah ke Washington DC. Ia menempuh S3 di Universitas George Washington. Sayang sekali, peristiwa 11 September 2011 M, menjadi awal perubahan suasana di AS dan seluruh dunia. Kebencian orang-orang zionis-salibis ditumpahkan kepada kaum muslimin, terutama terhadap para pemuda muslim yang memegang teguh ajaran Islam. Hal itu menyebabkan berbagai kesulitan sehingga pendidikan S3-nya tidak bisa diselesaikan. Anwar Al-Awlaqi terpaksa harus meninggalkan Amerika, dan pergi menyelamatkan diri ke Inggris kemudian ke Yaman.  

Anwar Al-Awlaqi bisa kembali ke Amerika pada bulan Oktober 2002 M, namun hanya bisa tinggal beberapa bulan. Ia terpaksa harus kembali ke Inggris. Ia berhasil mendaftar ke salah satu universitas di Inggris untuk menyelesaikan kuliah S3. Kali ini, tekanan demi tekanan pemerintah Inggris kembali memaksanya tidak mampu menuntaskan kuliah S3. Ia terpaksa meninggalkan Inggris pada tahun 2003 M. Ia pergi ke Semenanjung Arab, dan akhirnya menetap di Yaman. Ia mengisi hari-harinya dalam kegiatan dakwah, terutama sekali dengan menyampaikan pelajaran dan ceramah dalam bahasa Inggris yang disebarluaskan lewat internet. Ceramah-ceramah dan pelajaran-pelajaran yang ia sampaikan memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dakwah Islam di Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Fokus pada Kajian Islam

Syaikh Anwar Al-Awlaqi meninggalkan karirnya di bidang pendidikan formal. Beliau lalu berkonsentrasi dalam bidang kajian keislaman dan program-program keislaman lainnya, seperti dakwah, mengimami beberapa masjid, menyampaikan ceramah-ceramah, dan memproduksi kaset-kaset dakwah Islam untuk kaum muslimin yang berbahasa Inggris. Perubahan arah kehidupan beliau dan konsentrasi beliau untuk dakwah Islam didorong oleh kebiaddaban invasi negara-negara salib Barat terhadap kaum muslimin di Afghanistan, Irak, Palestina, Somalia, dan lain-lain. Faktor lainnya adalah perilaku menyimpang para pemuda muslim di negara-negara Arab yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Faktor-faktor ini mendorong syaikh Anwar Al-Awlaqi untuk memfokuskan diri dalam mempelajari ilmu-ilmu keislaman, kemudian terjun dalam dunia dakwah. Beliau belajar kepada banyak ulama di Amerika, Yaman, dan Arab Saudi. Namun ulama yang paling banyak menjadi tempat beliau menimba ilmu adalah para ulama daerah Hadidah dan Shan’a, Yaman. Beliau telah mendapatkan banyak ijazah ilmiah dari para ulama senior di Yaman, utamanya para ulama di wilayah Tihamah.

Di Amerika, syaikh Anwar Al-Awlaqi menjadi imam di beberapa masjid terkenal di wilayah Colorado, California, dan Virginia. Para periode tahun 2000-2002 M, dalam usianya yang ke-36, syaikh Anwar Al-Awlaqi menjadi imam pada masjid terbesar kedua di Amerika Serikat, yaitu masjid Darul Hijrah di dekat Washington DC. Ribuan jama’ah melaksanakan shalat di masjid itu, di antaranya terdapat banyak duta besar, insinyur, dokter, bisnisman, mahasiswa, dan lain-lain.

Beliau telah menelurkan sejumlah besar kaset-kaset yang memuat ceramah-ceramah dalam berbagai bidang keilmuan Islam. Di antaranya yang terpenting adalah kompilasi pelajaran dalam beberapa kaset dakwah berbahasa Inggris yang menjelaskan sejarah para nabi sejak zaman Adam sampai Isa bin Maryam AS. Juga dua kompilasi dakwah yang terdiri dari beberapa kaset yang menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW. Selain itu beliau juga menelurkan beberapa kompilasi dakwah yang menjelaskan sejarah Khulafa’ Rasyidun dan kehidupan alam akhirat. Dalam ceramah-ceramahnya, beliau bersandar kepada Al-Qur’an dan as-sunnah, dan dalam menjelaskannya beliau tidak pernah keluar dari penjelasan para ulama salaf shalih.

Semua publikasi dakwah beliau di atas diproduksi dan didistribusikan di Amerika Serikat oleh sebuah perusahaan spesialis media dan terdaftar secara resmi di Amerika Serikat dan Negara-negara Arab Teluk. Oleh karenanya semua kaset ceramahnya dijual secara legal di Amerika, Inggris, negara-negara Teluk, dan tentu saja negeri dua tanah suci Al-Haramain (Saudi Arabia). Para jamaah haji dan umrah dari Asia dan Afrika, bahkan juga Amerika dan Inggris, membeli kaset-kaset ceramah syaikh Anwar Al-Awlaqi di took-toko kaset di Makah, Madinah, Jedah, dan lain-lain.

Jutaan kaset ceramah beliau telah terdistribusikan di seluruh penjuru dunia selama sepuluh tahun terakhir, apalagi di negara-negara yang penduduknya berbahasa Inggris. Selama sepuluh tahun ini, tidak seorang pun yang membantah isi ceramah beliau. Meski jutaan kaset ceramahnya laris terjual, namun syaikh Anwar Al-Awlaqi hanya mengambil 1 % saja dari hasil penjualannya. Memang, tujuan beliau bukanlah materi. Beliau hanya bertujuan mendakwahkan agama Allah SWT, melayani kepentingan Islam dan kaum muslimin, serta mengenalkan ajaran Islam kepada para pemuda muslim dengan bersandar kepada Al-Qur’an dan As-sunnah. Belum lama ini, kompilasi ceramah-ceramah terakhir beliau telah dipublikasikan di Amerika Serikat.

Penangkapan beliau di Yaman

Syaikh Anwar Al-Awlaqi ditangkap oleh pemerintah boneka Yaman pada pertengahan tahun 2006 M di Yaman. Beliau mendekam di penjara Yaman selama 1,5 tahun atas permintaan dari Amerika Serikat dengan tuduhan melawan pemerintah Yaman. Selama di penjara, beliau berulang kali diinterogasi oleh FBI atas tuduhan berinteraksi dengan para pelaku serangan 11 September 2001 M. Meski demikian, Amerika tidak mampu menekan pemerintah Yaman untuk memenjarakan beliau lebih lama, karena pemerintah Yaman dan Amerika tidak memiliki secuil pun bukti keteribatan beliau dalam serangan 11 September. Penahanan secara zalim padahal syaikh Anwar tidak melakukan sebuah kejahatan pun, telah mendorong beberapa suku di Yaman melakukan demontrasi menuntut pembebasan beliau. Hal itu semakin menyudutkan pemerintah Amerika.

Tuduhan negara-negara Salib kepada beliau
      
Negara-negara salibis Barat menuduh syaikh Anwar Al-Awlaqi terlibat dalam 14 kasus kejahatan terorisme di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Di antaranya adalah tuduhan memiliki keterkaitan erat dengan dua orang mujahid pelaku serangan 11 September,  Nawwaf Al-Hazimi dan Khalid Al-Mikhdhar. Tuduhan lainnya adalah memprovokasi seorang mujahid, Nidhal Hasan Malik —fakkallahu asrahu— yang melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Texas sehingga menewaskan 13 tentara Amerika. Selain itu, ia juga dituduh memprovokasi seorang mujahid Nigeria, Umar Faruq —fakkalahu asrahu— yang ditangkap oleh aparat keamanan AS dengan tuduhan hendak membajak pesawat sipil AS.

Pengadilan pemerintahan boneka Yaman telah mengadakan pengadilan in absentia terhadap syaikh Anwar Al-Awlaqi atas tuduhan bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaedah dan memprovokasi umat Islam untuk memerangi orang-orang kafir. AS dann PBB juga telah mencantumkan nama beliau dalam DPO atas tuduhan menjadi salah satu pemimpin tertinggi kelompok jihad Al-Qaedah. (arrahmah/ansharusyariah.com)