Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Press Release Jama'ah Ansharusy Syari'ah Hasil MUKERNAS 1438-1440 H


P R E S S   R E L E A S E
JAMA’AH ANSHARUSY SYARIAH

Tentang:

Hasil Musyawarah Kerja Nasional Jamaah Ansharusy Syariah 1438-1440H

Download File Pdf:

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣٨)

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (Qs. Asyuro 42:38)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran 3:159)

Musyawarah Kerja Nasional Jamaah Ansharusy Syariah 1438-1440H ini diadakan di Islamic Center, Bekasi dengan mengangkat Tema : Membangun Kemauan dan Kemampuan Jama’ah yang Handal dan Kompetitif Dalam Memperjuangkan Syariat Islam. Menghasilkan poin-poin berikut:

  1. Bahwa merupakan bagian dari tuntutan iman seorang Mukmin adalah kesiapan dirinya untuk memperjuangkan tegaknya Islam dan Dienullah (Iqomatuddien). Karena beriqomatuddien adalah merupakan perintah Allah yang dipesankan kepada para Rasul Ulul Azmi. Allah SWT berfirman:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)

Dia telah mensyari´atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. (Qs. Asyuro 42:13)

  1. Konsep Iqomatuddien yang merupakan bagian dari bentuk ibadah kepada Allah SWT hendaknya dilaksanakan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dan konsep beliau dalam beriqomatuddien adalah dengan Dakwah dan Jihad fisabilillah yang diamalkan sesuai kondisi dan situasinya yang tepat. Dakwah yang dilaksanakan dengan Hikmah dan Mau’idzah hasanah (Ilmu dan Nasehat) dilengkapi dengan kelembutan serta sabar dan Akhlaqul Karimah sebagai bekal dalam upaya mengajak ummat manusia menuju cahaya Hidayah Allah SWT. Dan kemudian jalan Jihad fisabilillah yang dilaksanakan dengan lisan, harta dan jiwa demi tegaknya Kalimah Allah di Negeri tercinta ini.
  2. Jamaah Ansharusy Syariah adalah Jamaah yang diwujudkan untuk upaya Iqomatuddien (menegakkan Dienullah) dengan menjalankan konsep Rasulullah SAW. Dan sebagai salah satu wadah bagi ummat Islam di negeri ini guna ikut bergabung dalam kafilah perjuangan penegakan dienul Islam dalam kehidupan masyarakat negeri ini. Jamaah Ansharusy Syariah bukan sebuah kelompok jamaah yang terafiliasi dengan kelompok manapun di belahan dunia, namun Jamaah Ansharusy Syariah adalah bagian dari kesatuan Ummat Islam di dunia ini, membangun persaudaraannya dengan sesama Muslim dimanapun dan apapun latar belakang pemikirannya.
  1. Hari ini Jamaah Ansharusy Syariah telah selesai melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional yang merumuskan Program-program kerja untuk dilaksanakan pada tahun 1438-1440H. Program-program tersebut telah dibahas dan disahkan oleh Amir Jamaah serta Insya Allah siap dilaksanakan oleh jajaran pengurus dan anggota Jamaah Ansharusy Syariah. Dalam Musyawarah Kerja Nasional ini, Jamaah Ansharusy Syariah telah melakukan evaluasi dan perbaikan pada berbagai bagian dari program kerja yang selama ini dilaksanakan guna memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh jamaah demi membentuk struktur jamaah yang handal, kompetitif, kokoh dan menghasilkan kinerja terbaik dari para anggotanya sesuai batas kemampuan sebagaimana yang di perintahkan Allah SWT :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لأنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٦)

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan berinfaqlah dengan infaq yang terbaik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Qs. Attaghabun 64:16)

  1. Jamaah Ansharusy Syariah berharap dapat menjadi salah satu elemen ummat Islam di Indonesia yang berperan dalam gerak nyata di masyarakat demi mengajak dan mengembalikan kehidupan masyarakat Muslim di negeri ini bukan hanya berkehidupan yang Islami serta diridhoi Allah swt.Saja, Namun juga menjadi Masyarakat Muslim yang siap dan sadar akan kewajibannya untuk ikut berupaya memperjuangkan tegaknya Nilai-nilai Syariat Allah SWT di Bumi Indonesia demi mencapai kehidupan di negeri berkah yang “Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafuur”.
  1. Jamaah Ansharusy Syariah membuka pintu selebar-lebarnya untuk bekerjasama dengan berbagai lembaga atau elemen ummat Islam di negeri ini, atas dasar ta’awun alal birri wa taqwa, demi tegaknya izzatul Islam wal muslimin dan tanpa tendensi apapun atau kepentingan pribadi sesaat selagi bentuk kerjasama tersebut sesuai dengan nilai-nilai Syariat Islam.
  1. Dalam Musyawarah Kerja Nasional ini, Jamaah Ansharusy Syariah juga menyatakan sikap terhadap beberapa isu berikut:

a. Jamaah Ansharusy Syariah menyatakan bahwa Umat Islam dilarang oleh Allah SWT untuk dipimpin oleh orang kafir, apalagi memilih mereka sebagai pemimpin kaum muslimin. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an :

لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ (٢٨)

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu) (QS. Ali Imran 3:28)

يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنٗا مُّبِينًا ١٤٤

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu). (QS. Annisa 4:144)

يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلَّذِينَٱتَّخَذُواْ دِينَكُمۡ هُزُوٗا وَلَعِبٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَٱلۡكُفَّارَ أَوۡلِيَآءَۚ وَٱتَّقُواْٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٥٧

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (QS. Al Maidah 5:57)

Maka Jamaah Ansharusy Syariah melarang seluruh anggotanya dan mengajak seluruh kaum muslimin Indonesia, untuk tidak mengangkat orang kafir menjadi pemimpin atau memilih mereka dalam Pemilu.

Jamaah Ansharusy Syariah juga menolak berbagai kebijakan zalim para pejabat negeri ini, yang menzalimi hak-hak rakyat serta bertindak sewenang-wenang tanpa mempedulikan nilai-nilai perikemanusiaan dan moral.

b. Jamaah Ansharusy Syariah juga mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap para korban bencana alam di negeri ini. Sembari mendoakan agar kiranya Allah SWT menerima mereka yang menjadi korban meninggal diterima di sisi-Nya sebagai hamba yang dimuliakan Allah SWT.

Jamaah Ansharusy Syariah juga tidak melupakan korban bencana yang luka-luka dan kehilangan harta benda dan menasehati agar mereka bersabar dan menerima taqdir llahi dengan hati yang lapang dalam harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan membimbing ke jalan yang diridhai Allah SWT.

Namun demikian, Jamaah Ansharusy Syariah juga tidak tinggal diam, tapi menggerakkan potensinya untuk ikut membantu para korban dengan mengirimkan para relawan dan mengumpulkan bantuan untuk meringankan beban berat yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Garut, Sumedang, korban kebakaran massal di Bajo Pulo dan korban gempa di daerah  Wera, Kabupaten Bima dan berbagai daerah lain yang tertimpa musibah bencana.

Jamaah Ansharusy Syariah berdoa kepada Allah SWT agar menghindarkan negeri ini dari berbagai musibah dan melindungi bangsa ini dari segala keburukan dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghindarkan berbagai perbuatan yang membawa murka Allah SWT yang dapat mengundang kemurkaan-Nya dan menimpakan berbagai musibah pada bangsa ini.

c. Jamaah Ansharusy Syariah juga bersikap tegas terhadap para penghina Islam dan penghina Nabi saw. Seperti apa yang dilakukan oleh Ahmad Fauzi di Semarang dan bergerak melakukan pembelaan terhadap sikap-sikap diskriminatif terhadap Islam dan Umat Islam, dengan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk menangkap dan menghukum para pelaku dengan hukum yang berlaku. Hingga kini Jamaah Ansharusy Syariah masih terus mengikuti perkembangan kasus mereka dan akan terus berupaya untuk menasehati,mengingatkan serta menghentikan perbuatan buruk mereka yang menghina Agama dan Nabi junjungan Umat Islam.

d. Jamaah Ansharusy Syariah juga berupaya aktif untuk membendung segala potensi kemunculan gerakan dan Ideologi bathil yang mengganggu ummat Islam dan merusak keamanan umat Islam negeri ini seperti kelompok ISIS, Syi’ah dan Komunis serta mengajak masyarakat agar lebih waspada dari upaya adudomba dan penjajahan gaya baru oleh pihak-pihak asing yang ingin menguasai negeri ini dengan cara yang bathil.

e. Jamaah Ansharusy Syariah juga mengecam kedzaliman yang terjadi ke atas ummat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya pembantaian kemanusiaan hingga saat ini masih terjadi di Aleppo, dan Suriah secara umum. Jamaah Ansharusy Syariah menyayangkan sikap PBB yang tidak adil terhadap mereka, seakan menutup mata terhadap negara-negara adidaya yang melakukan pembunuhan massal terhadap masyarakat Muslim Suriah tanpa membedakan anak-anak, wanita dan orang tua. Jamaah Ansharusy Syariah berharap negara Indonesia berani bersikap tegas di forum-forum tingkat Internasional demi membela kemanusiaan yang dibantai agar kiranya dapat segera dihentikan.

f. Jamaah Ansharusy Syariah mengecam pembantaian umat muslim di Kashmir, Myanmar, serta perlakuan tidak adil yang dihadapi oleh kaum muslimin di Eropa dan Amerika yang masih sering menghadapi sikap diskriminatif oleh masyarakatnya akibat pengaruh Islamphobia yang massif di sana.

  1. Dan akhirnya, hanya kepada Allah lah kami bergantung dan memohon bantuan serta berharap pada-Nya agar kiranya Allah SWT mengangkat berbagai kesulitan yang sedang menimpa umat Islam di dunia dan semoga menjadikan kami sebagai salah satu alat yang digunakan oleh-Nya untuk tegaknya Dienullah.

اللهم استعملنا و لا تستعمل علينا

Ya Allah gunakanlah kami dan janganlah engkau gunakan )orang lain( keatas kami.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِٱلۡكَٰفِرِينَ ٢٨٦

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (Qs. Albaqarah 2:286)

Bekasi, 1 Muharram 1438H / 2 Oktober 2016 M

Juru Bicara

 

Abdul Rochim Ba’asyir