Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Bersabar Di Tengah Terpaan Badai Ujian


Segala puji bagi Allah yang apabila mencintai suatu kaum maka Dia menguji mereka semua, agar Dia bisa memisahkan orang-orang yang buruk dari orang-orang yang baik, dan agar Dia mengetahui (dengan bukti) orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara mereka. Sholawat dan salam mudah-mudahan terlimpahkan kepada Rosul-Nya yang mulia, kepada keluarga dan para sahabatnya yang telah dijadikan sebagai pewaris surga yang penuh kenikmatan, dan kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari perjumpaan dengan Allah Yang Maha Agung.

Ujian adalah keniscayaan bagi siapa saja yang berani menyatakan diri beriman. Allah subhanahu wata’ala berfirman

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini: “Ayat ini berisi pertanyaan pengingkaran, maksudnya bahwa Allah subhanahu wata’ala pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai kadar iman yang mereka miliki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shalih, kemudian berikutnya dan berikutnya. Seseorang diuji sesuai kadar dinnya (imannya). Jika ada kekuatan dalam dinnya maka ditambah ujian baginya. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ahmad, Hakim, dan Ibnu Hibban dan hadits ini adalah hadits shahih)

Dalam ayat lain Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dengan bukti) orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. (QS At-Taubah: 16)

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka, kesengsaraan, dan digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sampai-sampai Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya bertanya-tanya: “Kapankah pertolongan Allah akan datang?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al-Baqarah: 214)

Karena inilah dalam ayat ini Allah subhanahu wata’ala berfirman: (Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta) yaitu orang-orang yang benar dalam pengakuan imannya dari yang dusta ucapan dan pengakuan imannya. Dan Allah subhanahu wata’ala mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi bagaimanapun kejadiannya.” sampai di sini penjelasan Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung. (QS Ali Imran: 200)

Jadi keberuntungan hanya akan didapat dengan kesabaran, ribath (siap siaga di perbatasan negeri), dan takwa. Dan yang dimaksud dengan keberuntungan di sini adalah sukses mendapatkan yang diharapkan dan selamat dari yang ditakutkan. Walaupun demikian, bukan berarti ujian-ujian berikutnya tidak akan datang menghampiri kita. Ingatlah bahwa semakin kuat kita menghadapi ujian maka semakin ditambah ujiannya. (red/ansharusyariah.com)