Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Pengorbanan Simbol Ketaatan Seorang Hamba Kepada Rabbnya


SURABAYA (ansharusyariah.com) Gema takbir telah berkumandang, umat islam berbondong-bondong mendatangi halaman depan masjid . Hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1435 Hijriyah yang bertepatan dengan 4 Oktober 2014, umat islam merayakan Iedul Adha 1435 H. Meskipun hari raya Iedul Adha kali ini ada perbedaan, tetapi hal itu tidak mengurangi kekhusyu’an sebagian umat islam yang merayakannya, Khususnya di Indonesia.

Menjelang pukul 6 pagi, ratusan umat islam di komplek perumahan Gayungsari, sudah memadati jalan di depan Masjid Al Hikmah yang terletak di jalan Gayungsari 4 Surabaya. Yang bertindak sebagai khotib sholat Ied kali ini adalah Ustadz Muhammad Achwan (Amir Jama’ah Ansharusy Syariah) dari Malang.

Dalam khutbahnya, Ust. Achwan (panggilan beliau) mengajak umat islam untuk menauladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS. Beliau mengatakan bahwa, karena keimanan dan ketakwaannyalah, Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putra kesayangannya Ismail AS, dan Allah Azza wa Jalla menerima korban beliau, dan menggantinya dengan seekor domba.

Beliau juga mengatakan bahwa, Hari Raya Qurban adalah simbol ketaatan seorang hamba kepada Robbnya. Dalam khutbahnya beliau juga menyitir tentang perjuangan arek-arek suroboyo, karena wujud ketaatannya mereka berjuang dan rela mengorban nyawa mereka, sesuatu yang sangat mereka cintai.

Ust. Achwan juga mengajak kepada kaum muslimin untuk kembali kepada syariat islam dan menegakkannya, karena dengan tegaknya syariat islam, negara dan bumi ini di rahmati oleh Allah Azza wa Jalla. “Kita adalah bangsa yang dengan tegas menyatakan bahwa memperoleh kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing yang kuffar karena Rahmat Allah semata, resolusi jihad para alim ulama NU 21 dan 22 Oktober 1945 adalah sumbangan terbesar kaum muslimin kepada bangsa ini.” tegas beliau.

Di akhir khutbahnya, beliau memberikan beberapa pertanyaan, yang salah satunya adalah, berani dan relakah umat islam mengganti kebiasaan, budaya, dan adat istiadat yang bertentangan dengan syariat Allah di ganti dengan budaya yang sesuai dengan syariat Allah yang diturunkan lewat nabinya. “jawaban dari pertanyaan tersebut adalah bentuk pengorbanan kita sebagai umat islam yang meneladani nabinya, Ibrahim AS".

Khutbah ditutup langsung dengan doa oleh ust. Muhammad Achwan, dan khutbah berakhir menjelang pukul 7 pagi saat matahari sudah semakin tinggi. (tyo/ansharusyariah.com)