Relawan Ansharu Syariah Bali Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Terdampak Banjir
DENPASAR (ansharusyariah.com)– Relawan Ansharu Syariah Bali menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dengan turun langsung membantu membersihkan area yang terdampak banjir di Jalan Gunung Seraya, Denpasar Barat, Jumat (12/9/2025). Aksi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata beberapa hari sebelumnya.
Kegiatan bersih-bersih dilakukan dengan menyapu jalan, membersihkan lumpur, serta mengangkut sampah yang terbawa arus banjir. Puluhan relawan bahu-membahu bersama warga sekitar agar lingkungan kembali bersih dan layak ditinggali.
Sebelumnya, pada Selasa (9/9/2025), Relawan Ansharu Syariah Bali juga telah melakukan kegiatan serupa di Jalan Taman Pancing Timur Gang Tulip. Di lokasi tersebut, relawan fokus mengangkat endapan lumpur tebal yang menutup akses jalan serta mengganggu aktivitas warga.
Korlap Relawan Ansharu Syariah Bali, Nanang Sugiarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang tidak hanya berhenti pada saat bencana terjadi, tetapi juga dalam tahap pemulihan.
“Aksi bersih-bersih lingkungan ini tidak hanya dilakukan oleh Relawan Ansharu Syariah, tetapi juga melibatkan beberapa komunitas lain di Bali. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita berharap lingkungan di Bali dapat pulih lebih cepat dan tetap terjaga kebersihannya,” ujarnya.
Nanang menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan, baik dalam bentuk bantuan sosial, aksi kemanusiaan, maupun kegiatan lingkungan. Menurutnya, gotong royong menjadi kunci agar dampak bencana dapat segera teratasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas. Relawan Ansharu Syariah akan selalu siap turun tangan bersama masyarakat, karena menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali sebelumnya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir selama musim penghujan. Kebersihan lingkungan, terutama saluran air, menjadi salah satu langkah pencegahan penting untuk meminimalisir risiko bencana.
Sebagai informasi, banjir besar yang melanda Bali pada awal September 2025 menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa titik. Namun, kondisi berangsur pulih dan status tanggap darurat banjir Bali telah resmi dicabut pada 17 September 2025. Saat ini, pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan, terus fokus pada pemulihan pasca-bencana.
Reporter: Hedy