NewsRelawan Ansharu Syariah

Relawan Ansharu Syariah Asah Kemampuan Psychological First Aid dalam Pelatihan Kebencanaan di Sidoarjo

SIDOARJO (ansharusyariah.com)– Relawan Ansharu Syariah Indonesia turut berpartisipasi dalam Pelatihan Dukungan Psikologi Awal (Psychological First Aid/PFA) yang diselenggarakan di Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jawa Timur, Jalan Letjen S. Parman No. 55, Waru, Sidoarjo, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Jawa Timur, Dinas Sosial Jawa Timur, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), dan Lorong Education. Pelatihan diikuti oleh berbagai komunitas dan organisasi kerelawanan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Acara dibuka oleh relawan senior dari Lembaga Cegah (LC), Edi Basuki. Selanjutnya peserta mendapatkan sejumlah materi dari narasumber yang berasal dari Dinas Sosial Jawa Timur, Unit Layanan Dukungan Psikososial Berbasis Bencana (ULDPB) BPBD Jawa Timur, serta akademisi dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Materi yang disampaikan meliputi regulasi dan manajemen penanggulangan sosial saat bencana, hingga teknik pendampingan psikologis bagi penyintas yang mengalami trauma akibat kejadian bencana.

Perwakilan Relawan Ansharu Syariah Indonesia, Ahmad Andi, mengatakan bahwa pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan layanan kemanusiaan, khususnya pada aspek dukungan psikologis.

“Sebagai relawan, kami memahami bahwa materi-materi seperti ini sangat penting untuk dipelajari. Sewaktu-waktu saat terjadi bencana alam yang menimbulkan banyak penyintas atau korban, mereka tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga dukungan psikologis agar mampu menghadapi situasi yang dialaminya,” ujar Andi.

Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga mengikuti sesi praktik dan simulasi penerapan Psychological First Aid dalam berbagai skenario kebencanaan. Melalui simulasi tersebut, peserta dilatih untuk memberikan respons awal yang tepat dalam membantu menstabilkan kondisi psikologis korban di lokasi bencana.

“Pada sesi siang hari kami mengikuti praktik dan simulasi langsung bersama berbagai komunitas relawan se-Jawa Timur. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat karena peserta dapat mempraktikkan langsung materi yang telah diperoleh dari para narasumber,” jelasnya.

Andi menambahkan, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Menurutnya, pelatihan semacam ini menjadi bekal penting bagi relawan agar lebih siap menghadapi situasi darurat di lapangan.

Di penghujung acara, panitia memberikan sejumlah door prize kepada peserta yang hadir. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas relawan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan semakin siap memberikan pendampingan psikologis awal kepada masyarakat terdampak bencana, sehingga proses pemulihan korban dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.

Reporter: I’lam Jatim

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button