Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at Edisi 501 | Janji Allah Bagi Orang Orang yang Bersabar Dalam Dakwah Menegakkan Kebenaran

Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharu Syari’ah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ، قَدْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ.

اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

وَقَالَ النَّبِيُ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي، حديث حسن).

Jamaah Jum’at hamba Allah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan jama’ah sekalian marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita.

Ma’asyirol Muslimin Rahimani Wa Rahimukumullah…

Sejarah para nabi menunjukkan bahwa jalan dakwah sejak dahulu memang dipenuhi berbagai ujian. Namun sejarah juga membuktikan bahwa setiap kesabaran yang dijalani dengan iman selalu berakhir dengan pertolongan Allah pada waktu yang Dia kehendaki. Inilah sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman.

Allah Ta’ala berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

Artinya: ‘Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.(QS. Yusuf:110).

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pelajaran penting. Pertolongan Allah sering kali datang ketika manusia merasa semua jalan telah tertutup. Bukan karena Allah terlambat menolong. Tetapi karena Allah sedang mendidik hamba-hamba-Nya agar hanya bergantung kepada-Nya.

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa penundaan pertolongan merupakan bentuk tarbiyah ilahiyah, agar tampak siapa yang benar-benar istiqamah dan siapa yang hanya bersemangat ketika keadaan mudah. Dengan demikian, ukuran keberhasilan dakwah bukanlah cepat atau lambatnya hasil, melainkan keteguhan menjalankan amanah sesuai petunjuk Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Apabila kita menelusuri sirah Rasulullah ﷺ, tampak bahwa perubahan besar selalu diawali dengan pembinaan manusia. Selama tiga belas tahun di Makkah, Rasulullah ﷺ memusatkan dakwah pada penguatan tauhid, pembinaan akidah, penyucian jiwa, dan pembentukan akhlak mulia hingga lahir generasi yang kokoh imannya.

Setelah fondasi itu terbentuk, Allah membuka jalan hijrah ke Madinah, tempat Rasulullah ﷺ membangun masyarakat yang berlandaskan persaudaraan, keadilan, musyawarah, dan menjadikan masjid sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat.

Kajian historis ini mengajarkan bahwa perubahan yang hakiki tidak dimulai dari perubahan sistem semata, tetapi dari perubahan kualitas manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’d:11).

Ayat ini memberikan arah yang sangat jelas bahwa perubahan yang hakiki harus dimulai dari perubahan diri sendiri. Perbaikan masyarakat berawal dari pribadi yang beriman dan berakhlak, perbaikan bangsa dimulai dari keluarga yang kokoh, dan kemajuan umat lahir dari akhlak yang mulia. Inilah metode perubahan yang diajarkan Al-Qur’an, yaitu membangun manusia sebelum membangun peradaban.

Saudara-saudaraku,

Jika dahulu Rasulullah ﷺ berdakwah di pasar-pasar Makkah dan majelis-majelis Arab, maka hari ini dakwah juga hadir di sekolah, kantor, rumah, media sosial, ruang publik, dan berbagai sarana komunikasi modern. Namun prinsip dakwah tidak berubah. Allah berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”(QS. An-Nahl:125).

Islam memerintahkan kepada umatnya untuk menyerukan kepada kebaikan (dakwah), agar senantiasa ajaran Islam dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan komprehensif dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, kesuksesan dakwah diantaranya sangat ditentukan oleh bagaimana dakwah itu dilaksanakan. Maka dari itu metode dakwah merupakan salah satu unsur dakwah yang memiliki peran penting dan strategis untuk keberhasilan dakwah.

Di era digital, tantangan dakwah bukan hanya kemiskinan ilmu, tetapi juga banjir informasi, hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi. Karena itu, setiap muslim dituntut menghadirkan akhlak Rasulullah ﷺ dalam setiap interaksi, menjaga lisan, memverifikasi informasi, menghindari fitnah, serta mengedepankan dialog yang santun. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”( HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273).

Janji Allah bagi Orang-Orang yang Bersabar dalam Dakwah Menegakkan Kebenaran terdapat fakta sejarah yang banyak dalam Al-Qur’an. Berikut beberapa contoh nyata yang dapat dijadikan panutan:

1. Nabi Nuh ‘Alaihissalam: Berdakwah Berabad-abad dengan Sabar
Allah berfirman: “Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di tengah-tengah mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun…” (QS. Al-‘Ankabut: 14).

Meskipun hanya sedikit yang beriman, Nabi Nuh tetap sabar berdakwah. Pada akhirnya Allah menyelamatkan beliau dan orang-orang yang beriman, serta membinasakan kaum yang mendustakan.

2. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam: Dilempar ke Dalam Api
Allah berfirman:“Kami berfirman, ‘Wahai api! Jadilah engkau dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.'” (QS. Al-Anbiya’: 69).

Karena keteguhannya mempertahankan tauhid, Nabi Ibrahim diuji dengan dibakar hidup-hidup. Namun pertolongan Allah datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.

3. Nabi Musa ‘Alaihissalam: Di Depan Laut Merah
Ketika Bani Israil terjepit antara laut dan pasukan Fir’aun, mereka berkata:

إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

“Kita pasti akan tersusul.”

Nabi Musa menjawab:

كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Asy-Syu’ara’: 61–62).

Allah kemudian membelah Laut Merah dan menyelamatkan Nabi Musa beserta pengikutnya.

4. Nabi Yusuf ‘Alaihissalam: Dari Penjara Menjadi Pemimpin
Nabi Yusuf mengalami pengkhianatan saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, lalu dipenjara. Namun beliau tetap sabar dan menjaga ketakwaan. Allah berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90).

Akhirnya Allah mengangkat beliau menjadi pemimpin Mesir.

5. Rasulullah ﷺ: Dari Penindasan Menuju Fathu Makkah
Rasulullah ﷺ dan para sahabat mengalami boikot, penyiksaan, hijrah, dan berbagai peperangan. Namun beliau tetap istiqamah dalam dakwah. Allah berfirman:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath: 1).

Puncaknya adalah Fathu Makkah, ketika Rasulullah ﷺ memasuki Makkah dengan penuh kerendahan hati dan memberikan ampunan kepada banyak orang yang dahulu memusuhinya.

Kelima kisah tersebut menunjukkan pola yang sama sebagai sunnatullah dalam dakwah:

  • • Nabi Nuh: sabar berdakwah → Allah menyelamatkan beliau.
  • Nabi Ibrahim: teguh mempertahankan tauhid → Allah melindungi dari api.
  • Nabi Musa: yakin kepada Allah di saat genting → Allah membelah laut.
  • Nabi Yusuf: sabar menghadapi ujian → Allah mengangkat derajatnya.
  • Rasulullah ﷺ: istiqamah dalam dakwah → Allah memberikan kemenangan dan menyempurnakan agama.

Semua kisah ini menegaskan bahwa pertolongan Allah tidak selalu datang dengan segera, tetapi pasti datang kepada orang-orang yang beriman, bersabar, bertakwa, dan istiqamah menempuh jalan yang diridhai-Nya. Inilah janji Allah yang menjadi pelajaran bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah di setiap zaman.

Marilah kita menjadi bagian dari solusi bagi umat. Perkuat keluarga dengan pendidikan iman, hidupkan masjid dengan ilmu dan ibadah, jaga persatuan, tebarkan akhlak mulia, serta jadilah teladan dalam kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, dakwah Islam akan terus hadir sebagai rahmat yang membangun masyarakat yang damai, bermartabat, dan diridhai Allah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ. اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ. اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ حِسَابًا ثَقِيْلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Download file PDF:

 

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button