NewsRelawan Ansharu Syariah

Relawan Ansharu Syariah Turun Bantu Pemadaman Karhutla di Kawasan Bromo

MALANG (ansharusyariah.com)— Sekitar 15 relawan Ansharu Syariah Malang turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jumat (14/8/2026).

Aksi kepedulian terhadap kelestarian alam tersebut difokuskan di kawasan Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi ini menjadi salah satu wilayah terdampak kebakaran, dengan kondisi vegetasi yang mengering dan terpaan angin kencang yang berpotensi memperluas penyebaran api.

Dalam penanganannya, para relawan Ansharu Syariah bersinergi dengan petugas gabungan dari Balai Besar TNBTS, BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat peduli api di sekitar kawasan.

Medan yang terjal, ditambah angin kencang dengan kondisi udara yang dingin dan kering, tidak menyurutkan semangat para relawan. Dengan peralatan sederhana seperti gepyok atau alat pemadam manual serta sabit, mereka menyisir kawasan yang terdampak untuk mencegah munculnya kembali titik api dan memutus jalur penyebaran kebakaran.

Koordinator Relawan Ansharu Syariah Malang, Gus Eko, mengatakan keterlibatan RAS dalam penanganan karhutla tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Kami ikut membantu agar kebakaran tidak semakin meluas. Terima kasih kepada pemerintah dan pihak terkait yang memberi izin untuk membantu penanganan kebakaran,” ujar Gus Eko.

Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran serta masyarakat diperlukan untuk membantu mengurangi dampak bencana dan menjaga lingkungan.

“Tentu saja bencana besar seperti ini bukan tanggung jawab pemerintah saja. Tapi kepedulian kita semua akan memberi dampak yang lebih positif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Ansharu Syariah Jawa Timur, Purnomo, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim Relawan Ansharu Syariah berkoordinasi dengan Kasi 2 Balai Besar TNBTS di Jemplang. Para relawan kemudian diarahkan untuk membantu melakukan monitoring terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar.

Monitoring dilakukan dengan menyisir kembali area terdampak guna memastikan tidak terdapat titik api susulan yang berpotensi kembali menyebar.

“Tekniknya dengan menyisir kembali kawasan yang terbakar. Alat yang kami siapkan antara lain sabit untuk memotong semak guna memutus jalur api atau kebakaran agar tidak merembet ke semak lainnya,” jelas Purnomo.

Berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone dan laporan sementara BNPB Surabaya, kawasan Bromo sektor Jemplang saat itu tidak menunjukkan adanya titik api susulan. Meski demikian, para relawan tetap disiagakan hingga malam hari untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali.

Situasi kemudian berkembang ketika tim Relawan Ansharu Syariah yang berada di kawasan puncak Kawah Bromo menerima informasi adanya titik api susulan di sektor Penanjakan, wilayah Probolinggo. Informasi tersebut disampaikan oleh tim SPORC Probolinggo yang mendeteksi adanya titik api di kawasan tersebut.

Mendapat informasi tersebut, tim Relawan Ansharu Syariah yang terdiri dari Hendro, Priyo, dan Gus Eko segera turun untuk bergabung dengan tim SPORC Probolinggo dalam upaya penanganan titik api susulan.

Keterlibatan Relawan Ansharu Syariah dalam penanganan karhutla ini menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian kawasan konservasi. Sinergi antara relawan, petugas pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di kawasan TNBTS.

Reporter: Rifa’i

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button