Cetak Santri Mandiri, Sariyah Iqtishodiyah Latih Santri PPTQ Riyadhus Sholihin Budidaya Hidroponik
KENDAL (ansharusyariah.com)- Rois Sariyah Iqtishodiyah Jamaah Ansharu Syariah, Ustadz Tugimin, mendorong para santri agar tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan dan jiwa wirausaha yang dapat menjadi modal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelatihan budidaya sayur hidroponik yang diikuti puluhan santri Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (PPTQ) Riyadhus Sholihin di kawasan Nglimut, Boja, Kabupaten Kendal, Ahad (26/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Tugimin yang menjadi mentor pelatihan memberikan pembekalan mengenai teknik budidaya hidroponik, khususnya tanaman selada, mulai dari proses penyemaian hingga panen.
“Kami ingin menyiapkan santri yang mandiri. Nantinya setelah lulus, mereka memiliki bekal keterampilan dan jiwa wirausaha sesuai kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat membangun usaha yang halal, produktif, dan menghasilkan keberkahan,” ujar Ustadz Tugimin.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada seluruh tahapan budidaya selada hidroponik, mulai dari persiapan media tanam, penyemaian benih, pembibitan, pembesaran tanaman, pemupukan, perawatan, hingga teknik panen yang benar.
Tidak hanya menerima teori, para santri juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung setiap materi yang disampaikan. Mereka terlihat aktif mencoba berbagai tahapan budidaya dengan pendampingan mentor dan pengelola kebun hidroponik.
Salah seorang santri, Azzam, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang tidak diperoleh di ruang kelas.
“Senang dan asyik. Kami bisa belajar langsung sambil praktik dan ikut memanen sayur. Jadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan,” ungkap Azzam.
Pada sesi akhir, para santri diajak melakukan panen selada yang telah memasuki masa panen. Dengan penuh semangat, mereka memetik satu per satu tanaman yang siap dipasarkan, sekaligus mempelajari standar kualitas hasil panen yang baik.
Pihak pesantren berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan kemandirian ekonomi santri. Selain mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, PPTQ Riyadhus Sholihin juga berupaya melahirkan lulusan yang memiliki keterampilan hidup dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
“Pesantren tidak hanya mendidik santri menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat agar mampu hidup mandiri dan memberi manfaat bagi umat,” tutup Ustadz Tugimin.
Reporter: Agus Riyanto