Kembalilah, Kesempatan Itu Masih Ada
Oleh: Ustadz Nofa Miftahudin, S.Th.I
Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi ampunan Allah, selama seorang hamba benar-benar kembali kepada-Nya.
Di zaman ketika batas antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur, banyak perkara yang dahulu dipandang sebagai penyimpangan kini dipromosikan sebagai sesuatu yang wajar. Tidak sedikit orang yang akhirnya terjebak, ada yang karena rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan, pergaulan, media sosial, atau dorongan hawa nafsu. Ada pula yang memendam pergulatan batin dan merasa tidak lagi memiliki jalan pulang.
Bagi siapa pun yang sedang berada dalam keadaan seperti itu, termasuk yang pernah atau sedang bergumul dengan perilaku sesama jenis, tulisan ini bukan untuk menghakimi. Tulisan ini adalah ajakan untuk menengok kembali kasih sayang Allah yang tidak pernah tertutup bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat. Allah yang Maha Sempurna menciptakan manusia di atas fitrah. Allah Ta’ala berfirman:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus,” (QS. Ar-Rum: 30).
Islam mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan fitrah. Laki-laki dan perempuan diciptakan saling melengkapi, membangun keluarga, menjaga keturunan, dan menghadirkan ketenteraman. Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang,” (QS. Ar-Rum: 21).
Karena itu, Islam memandang hubungan seksual di luar ketentuan syariat termasuk hubungan sesama jenis sebagai perbuatan yang diharamkan. Menjadi pelajaran dari Kaum Nabi Luth untuk kita semua bahwa Allah mengabadikan kisah kaum Nabi Luth ‘alaihissalam di banyak tempat dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Apakah kalian benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan? Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 81).
Nabi Luth tidak langsung mendoakan kebinasaan kaumnya. Beliau terlebih dahulu mengajak mereka kembali kepada Allah, mengingatkan mereka, dan menunjukkan jalan yang benar. Ini menjadi pelajaran penting bahwa tugas seorang mukmin adalah menyampaikan kebenaran dengan hikmah, sambil tetap membuka pintu harapan bagi orang yang ingin berubah. Jangan biarkan dosa jenjadi identitas. Setiap manusia pernah berbuat salah.
Rasulullah bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat,” (HR. At-Tirmidzi no. 2499, dinilai hasan).
Kesalahan tidak boleh dijadikan identitas. Seorang muslim tidak didefinisikan oleh dosanya, tetapi oleh kesediaannya untuk kembali kepada Allah. Jangan pernah berputus asa. Ayat yang paling menenangkan hati yang lalai adalah firman Allah:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az-Zumar: 53).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan panggilan bagi seluruh pelaku dosa agar kembali kepada Allah dengan taubat yang tulus. Bahkan dosa bisa diganti menjadi pahala. Allah berfirman:
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh. Maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan,” (QS. Al-Furqan: 70).
Betapa luas rahmat Allah. Dosa yang disesali, ditinggalkan, dan diiringi taubat yang benar bukan hanya diampuni, tetapi dapat menjadi sebab datangnya pahala. Jalan pulang selalu terbuka. Apabila hari ini engkau ingin berubah, mulailah dengan langkah-langkah berikut: Menyesali dosa dengan sungguh-sungguh, berhenti dari perbuatan maksiat, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, menjauhi lingkungan dan konten yang menjadi pintu maksiat, memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa, bersahabat dengan orang-orang saleh yang akan menguatkanmu.
Bila perlu, mintalah bimbingan kepada ustaz atau pembimbing yang amanah agar perjalanan taubatmu mendapat dukungan.
Teruslah bersungguh-sungguh dalam menuju ampunan Allah, kembali kepada Allah. In shaa Allooh ada jalan berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami,” (QS. Al-‘Ankabut: 69).
Renungan untuk semua. Mungkin hari ini engkau menangis. Mungkin engkau merasa sudah terlalu jauh. Mungkin engkau malu kepada manusia. Tetapi ketahuilah, Allah lebih mengetahui penyesalanmu daripada siapa pun. Selama jantung masih berdetak. Selama matahari belum terbit dari arah barat. Selama ruh belum sampai di tenggorokan. Pintu taubat masih terbuka. Jangan tunggu kematian datang ketika engkau masih memeluk dosa.
Jangan biarkan setan mencuri harapanku. Bangkitlah. Berwudhulah. Sujudlah. Menangislah di hadapan Allah. Karena bisa jadi, satu sujud yang penuh penyesalan pada malam ini lebih berharga daripada seluruh maksiat yang pernah engkau lakukan. Sembari berdoalah kepada Allah
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، اللَّهُمَّ اهْدِ ضَالَّ الْمُسْلِمِينَ، وَتُبْ عَلَى الْعُصَاةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِينَ وَالْمُتَطَهِّرِينَ.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaum muslimin yang tersesat, terimalah taubat para pelaku maksiat, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang banyak bertaubat dan mensucikan diri,”
Setiap orang memiliki masa lalu. Tetapi tidak setiap orang mau memiliki masa depan yang lebih baik. Hari ini, pilihlah jalan pulang kepada Allah. Kembalilah, kesempatan itu masih ada.