News

Ustadz Rusdi: Berjamaah Bukan Pilihan, Melainkan Perintah Agama yang Harus Dijalankan

SERANG (ansharusyariah.com)— Kewajiban berjamaah dalam Islam bukanlah sekadar pilihan atau bentuk aktivitas sosial keagamaan, melainkan perintah yang memiliki landasan syariat yang kuat. Hal itu ditegaskan Amir Jama’ah Ansharu Syariah Banten Ustadz Rusdi ST, MT dalam Kajian Kolosal yang digelar di Masjid Ibnu Abbas, Jelumprit, Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, Ahad (7/6/2026).

Di hadapan jamaah yang hadir di masjid Ibnu Abbas, Ustadz Rusdi mengingatkan bahwa pelaksanaan agama secara berjamaah merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang tidak boleh dipandang sebagai perkara sampingan.

“Jangan ada mindset bahwa berjamaah adalah pilihan. Ini adalah perintah mutlak dari Allah. Jangan ada pikiran bahwa agama dapat dijalankan sendirian,” tegasnya.

Mencari Ketenangan Akidah di Tengah Fragmentasi Umat

Dalam pemaparannya, Ustadz Rusdi menyoroti kondisi umat Islam kontemporer yang dihadapkan pada beragam arus pemikiran dan kelompok keagamaan. Menurutnya, tidak sedikit kaum Muslimin yang mengalami kebingungan dalam menemukan lingkungan yang mampu memberikan ketenangan akidah sekaligus arah perjuangan yang jelas.

Ia menilai, kebutuhan umat saat ini bukan sekadar mencari wadah organisasi, melainkan menemukan pijakan keimanan yang kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

“Banyak umat Islam yang bertanya, di mana rumah yang memberikan ketenangan akidah? Ini bukan hanya soal organisasi, tetapi tentang pencarian jati diri keislaman yang lurus dan benar,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jamaah menjadi sarana untuk membangun keyakinan yang kuat (haqqul yakin) sehingga setiap amal yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi lahir dari kesadaran iman yang mendalam.

Menempuh Jalan Wasathiyah

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Rusdi menjelaskan bahwa Jamaah Ansharu Syariah berupaya menempuh jalan wasathiyah atau pertengahan dalam memahami agama.

Ia menyebut terdapat dua kecenderungan ekstrem yang harus dihindari umat Islam. Pertama, sikap yang terlalu mengedepankan logika hingga mengabaikan tuntunan syariat. Kedua, sikap berlebihan yang mudah menghakimi bahkan mengafirkan sesama Muslim.

Sebagai contoh, ia menyinggung fenomena sebagian orang yang meninggalkan kewajiban syariat dengan alasan tertentu yang dianggap lebih rasional atau praktis. Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahaya sikap mudah memberi vonis kepada sesama Muslim.

“Jangan ada anggapan bahwa Jamaah Ansharu Syariah adalah kelompok yang mengkafir-kafirkan orang. Itu tidak ada,” katanya.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam berorganisasi atau keluar dari suatu jamaah tidak menghilangkan status seseorang sebagai Muslim selama tidak terdapat pembatal keislaman yang jelas menurut syariat.

Konsistensi dalam Dakwah

Ustadz Rusdi juga menanggapi istilah “Jamaah Ahad” yang kerap disematkan kepada kelompoknya karena rutin menggelar kegiatan setiap hari Ahad.

Ia menilai penyebutan tersebut tidak perlu dipandang negatif. Justru, menurutnya, hal itu menunjukkan adanya konsistensi dalam menjalankan agenda pembinaan dan dakwah secara berkesinambungan.

“Kalau disebut Jamaah Ahad, itu menunjukkan adanya komitmen untuk terus belajar dan berjamaah secara rutin. Yang penting bukan labelnya, tetapi istiqamahnya,” ujarnya.

Menjaga Stabilitas Negeri dan Menjalankan Amar Makruf

Terkait hubungan dengan negara, Ustadz Rusdi menegaskan bahwa Jamaah Ansharu Syariah memandang Indonesia sebagai negeri dengan mayoritas penduduk Muslim yang wajib dijaga stabilitas dan keamanannya.

Karena itu, ia menolak segala bentuk tindakan yang mengarah kepada pemberontakan maupun kekacauan sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa umat Islam tetap memiliki kewajiban menjalankan fungsi amar makruf nahi mungkar melalui nasihat dan kritik yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

“Kita mendoakan pemimpin agar mendapatkan kebaikan. Namun ketika ada kebohongan atau kemungkaran yang nyata, itu tetap harus diingatkan dengan cara yang benar,” katanya.

Pentingnya Kebersamaan dalam Menjalankan Agama

Menutup kajian, Ustadz Rusdi mengajak umat Islam untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama.

Menurutnya, kehidupan berjamaah bukan sekadar sarana mempererat ukhuwah, tetapi juga bagian dari ikhtiar menunaikan ajaran Islam secara lebih sempurna.

Ia mengingatkan bahwa setiap Muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas komitmennya dalam menjalankan agama, termasuk dalam upaya menjaga persatuan dan kebersamaan umat.

Melalui kajian kolosal tersebut, Jamaah Ansharu Syariah kembali menegaskan komitmennya untuk membina umat menuju pemahaman Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus membangun generasi Muslim yang kuat dalam akidah, matang dalam bersikap, serta mampu menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button