Khutbah Idul Adha 1447 H | Pesan Idul Adha dan Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim
Khutbah I
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللَّه أَكْبَرُ ٣×. اللَّه أَكْبَرُ ٣×. أَكْبَرُاللهُ أ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ. وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ الْأَضْحَى عِيدًا وَمَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتِ وَالطَّاعَاتِ، وَتَكْفِيْرِ الذُّنُوْبِ وَالرَّفْعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا الْفَوْزَ يَوْمَ الْمَقَامَاتِ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَإِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، إِنِّي أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ أَوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ، الْقَائِلِ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
اللهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral muslimin wal muslimat, jama’ah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah
Hari ini kita hidup di zaman yang penuh ujian. Banyak keluarga kehilangan ketenangan. Perceraian meningkat, anak-anak semakin jauh dari agama, media sosial merusak akhlak, dan tidak sedikit orang tua sibuk mengejar dunia tetapi lalai mendidik iman keluarganya. Banyak rumah tampak mewah, tetapi kehilangan keberkahan dan kasih sayang.
Di tengah krisis keluarga dan rusaknya moral manusia, Idul Adha datang membawa pelajaran besar melalui keteladanan keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Idul Adha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi momentum memperbaiki iman, keluarga, dan kepedulian umat. Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh telah ada teladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.”(QS. Al-Mumtahanah: 4).
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Nabi Ibrahim adalah teladan seorang ayah yang menjaga tauhid keluarganya. Di tengah masyarakat yang penuh kesyirikan, beliau tetap mendidik keluarga dengan iman dan ketaatan kepada Allah.
Beliau berdoa:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan salat.”(QS. Ibrahim: 40).
Ini menunjukkan bahwa orang tua tidak cukup hanya memberikan makan, pakaian, dan pendidikan dunia, tetapi juga wajib menjaga iman dan akhlak anak-anaknya.
Jamaah rahimakumullah,
Kita juga belajar dari Siti Hajar, seorang ibu salehah yang kuat dan tawakal. Ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim di padang pasir yang tandus, beliau tidak marah dan tidak putus asa. Ketika tahu itu perintah Allah, beliau berkata dengan penuh keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka.
Hari ini banyak ibu menghadapi tekanan ekonomi, pendidikan anak, dan problem rumah tangga. Maka keteladanan Siti Hajar mengajarkan bahwa kekuatan seorang ibu bukan hanya pada fisik, tetapi pada iman dan tawakalnya kepada Allah.
Kemudian kita belajar dari Nabi Ismail ‘alaihis salam, seorang anak yang taat dan saleh. Ketika ayahnya menyampaikan perintah Allah untuk menyembelihnya, beliau menjawab:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(QS. Ash-Shaffat: 102).
Generasi seperti Ismail tidak lahir secara instan. Anak saleh lahir dari rumah yang dipenuhi doa, keteladanan, dan pendidikan iman.
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Pesan Idul Adha
Idul adha punya banyak pelajaran, pendidikan dan pesan berharga. Adapun pesannya adalah sebagai berikut:
1. Idul Adha mengajarkan bahwa keluarga yang kuat harus dibangun di atas tauhid, yaitu menjadikan Allah sebagai tujuan utama kehidupan. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tetap menjaga keimanan keluarganya meskipun hidup di tengah masyarakat musyrik. Allah berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan salat.”(QS. Ibrahim: 40).
2. Keluarga yang kuat juga dibangun dengan ketaatan kepada Allah. Nabi Ismail ‘alaihis salam menunjukkan ketaatan luar biasa ketika menerima perintah penyembelihan dengan sabar dan patuh. Allah berfirman:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(QS. Ash-Shaffat: 102).
3. Selain itu, keluarga Nabi Ibrahim juga mengajarkan kesabaran dan pengorbanan. Siti Hajar rela ditinggalkan di padang pasir demi menjalankan perintah Allah dengan penuh tawakal hingga Allah menghadirkan air zamzam sebagai pertolongan. Idul Adha juga mengajarkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban, agar kaum muslimin mau berbagi kepada fakir miskin dan sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ath-Thabrani).
Karena itu, keluarga muslim yang kuat bukan hanya harmonis di dalam rumah, tetapi juga dekat kepada Allah, sabar menghadapi ujian, rela berkorban demi kebaikan, dan peduli terhadap sesama manusia.
Jangan jadikan Idul Adha sekadar rutinitas tahunan. Jangan hanya sibuk membeli hewan kurban, tetapi lupa memperbaiki keluarga dan kepedulian terhadap umat Islam yang sedang menderita. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Mari jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki keluarga kita. Hidupkan rumah dengan salat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, doa bersama, dan pendidikan akhlak. Jangan biarkan anak-anak kita dididik sepenuhnya oleh media sosial dan lingkungan yang rusak.
Perkuat kepedulian sosial kepada fakir miskin, anak yatim, dan saudara-saudara kita di Palestina serta di berbagai tempat yang sedang tertindas. Karena kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan kasih sayang dan pengorbanan untuk sesama. Allah Ta’ala berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”(QS. Al-Hajj: 37).
Di tengah zaman yang penuh fitnah, kerusakan moral, dan tantangan kehidupan yang semakin berat, setiap keluarga muslim membutuhkan fondasi iman yang kuat agar tidak mudah goyah oleh arus dunia. Rumah tangga tidak cukup hanya dibangun dengan harta dan kenyamanan, tetapi harus dihiasi dengan akhlak yang baik, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta pendidikan agama yang melahirkan generasi saleh dan bertanggung jawab terhadap umat.
Karena itu, kita berharap semoga Allah menjadikan keluarga-keluarga kaum muslimin seperti keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis salam: keluarga yang kuat imannya, mulia akhlaknya, sabar menghadapi ujian, serta menjadi sebab lahirnya generasi saleh yang mampu membawa kebangkitan dan kemuliaan umat Islam di masa depan.
KHUTBAH II
اَللّٰهُ أَكْبَرُ (٣×) اَللّٰهُ أَكْبَرُ (٤×) اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ﴿أَمَّا بَعْدُ﴾
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلَسْطِينَ، وَكُنْ لَهُمْ عَوْنًا وَنَصِيرًا، وَارْحَمْ ضُعْفَاءَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَارْزُقْهُمُ الصَّبْرَ وَالثَّبَاتَ وَالنَّصْرَ الْمُبِينَا.
اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الظَّالِمِينَ وَأَعْوَانَهُمْ، وَاجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي نُحُورِهِمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ.
اللَّهُمَّ حَرِّرِ الْمَسْجِدَ الْأَقْصَى مِنْ رِجْسِ الصَّهَايِنَةِ الْمُحْتَلِّينَ، وَارْزُقْنَا فِيهِ صَلَاةً قَبْلَ الْمَمَاتِ، وَاجْعَلْهُ فِي يَدِ الْمُسْلِمِينَ آَمِنًا مُطْمَئِنًّا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ
Download file PDF: