Khutbah Jum’at Edisi 486 | Istiqamah Setelah Ramadhan: Bukti Cinta yang Sebenarnya
Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharu Syari’ah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ramadhan telah pergi, namun pertanyaan besarnya adalah, Apakah amal kita ikut pergi bersama Ramadhan, atau tetap hidup di bulan Syawal dan seterusnya?
Inilah ujian terbesar setelah Ramadhan, yaitu istiqamah.
Fenomena Tidak Istiqamah
Allah memberikan perumpamaan orang yang tidak istiqamah dalam Al-Qur’an:
Allah berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا
Artinya:
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali,” (QS. An-Nahl: 92).
Penjelasan Tafsir: Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ini adalah perumpamaan orang yang sudah beramal shalih, sudah taat, sudah rajin ibadah, tetapi kemudian ia merusaknya sendiri dengan meninggalkan amal tersebut.
Ramadhan adalah saat kita memintal benang iman: Shalat berjamaah, Tilawah Qur’an, Sedekah, Qiyamul lail, Menjaga lisan
Tetapi setelah Ramadhan, ada yang kembali:
Meninggalkan shalat berjamaah, Tidak membaca Al-Qur’an, kembali maksiat, kembali malas ibadah.
Inilah yang diumpamakan seperti wanita yang merusak pintalannya sendiri.
Urgensi Istiqamah
Allah memerintahkan istiqamah:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
Artinya:
“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan,” (QS. Hud: 112).
Rasulullah juga bersabda ketika ditanya tentang amalan terbaik:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari Muslim).
Artinya:
“Yang Allah cintai bukan yang banyak saat Ramadhan saja, tetapi yang terus berjalan setelah Ramadhan,”
Konsep Istiqamah
Istiqamah itu bukan berarti banyak amal, tetapi:
- Amal yang terus dilakukan
- Amal yang dijaga walaupun sedikit
- Amal yang tidak putus setelah Ramadhan
Contoh istiqamah sederhana:
- Ramadhan baca Qur’an 1 juz, setelah Ramadhan 1 halaman tapi setiap hari.
- Ramadhan shalat malam 1 jam, setelah Ramadhan 10 menit tapi rutin.
- Ramadhan sedekah setiap hari, setelah Ramadhan sedekah setiap Jumat.
Inilah istiqamah yang dicintai Allah.
Contoh Nyata dari Kisah Al-Qur’an
Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam
Nabi Yusuf tetap taat dalam semua keadaan:
Saat sendirian, tidak berzina.
Saat dipenjara, tetap berdakwah.
Saat jadi pejabat, tetap tawadhu.
Allah berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik,”(QS. Yusuf: 90).
Nabi Yusuf istiqamah dalam taat dalam semua kondisi, bukan hanya saat susah, bukan hanya saat senang. Inilah pelajaran istiqamah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Tanda diterimanya Ramadhan adalah masih adanya amal setelah Ramadhan.
Para ulama mengatakan:
“Pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”
Maka di bulan Syawal ini ada amalan besar yaitu Puasa Syawal 6 hari.
Rasulullah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan 6 hari di bulan Syawal, maka seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim).
Ini bukti bahwa Islam mengajarkan istiqamah setelah Ramadhan, bukan berhenti setelah Ramadhan.
Jangan menjadi seperti wanita yang mengurai benang. Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah.
Ramadhan telah pergi, tetapi Allah masih hidup dan melihat amal kita.
Mari kita jaga Shalat berjamaah, tilawah Qur’an, sedekah, puasa Syawal, qiyamul lail walaupun sedikit.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ .
اللَّهُمَّ إِنِّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَ مِن سَيِّئِ الأَسْقَامِ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Download file PDF: