Khutbah Jum’at Edisi 499 | Menguatkan Dakwah, Menyelamatkan Umat dari Krisis Moral, Sosial, dan Spiritual
Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharu Syari’ah
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ketakwaan bukan hanya menjadi identitas seorang muslim, tetapi juga menjadi kunci keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim,” (QS. Ali ‘Imran: 102).
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tidak ada seorang pun yang menginginkan keluarganya hancur, anak-anaknya rusak, atau masyarakatnya dipenuhi kejahatan. Namun realitas yang kita saksikan hari ini sungguh memprihatinkan.
Di sekitar kita, perjudian online menghancurkan ekonomi keluarga. Narkoba merusak masa depan generasi muda. Pornografi dan pergaulan bebas merusak kehormatan. Korupsi menggerogoti amanah. Kekerasan, perundungan, fitnah, dan penyebaran berita bohong semakin mudah ditemukan. Di sisi lain, banyak keluarga kehilangan waktu untuk mendidik anak-anaknya karena kesibukan dunia.
Semua ini menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi krisis moral, krisis sosial, dan krisis spiritual.
Pertanyaannya, apakah Islam hanya mengajarkan kita untuk mengeluh?
Tentu tidak.
Islam mengajarkan sebuah solusi besar, yaitu dakwah. Dakwah bukan sekadar ceramah di atas mimbar, tetapi usaha mengajak manusia kembali kepada Allah, memperbaiki akidah, menguatkan ibadah, membina akhlak, dan membangun kepedulian sosial.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung,” (QS. Ali ‘Imran: 104).
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah adalah tanggung jawab bersama. Orang tua berdakwah kepada anak-anaknya. Guru kepada murid-muridnya. Pemimpin kepada rakyatnya. Pedagang dengan kejujurannya. Tetangga dengan kepeduliannya. Setiap muslim adalah bagian dari solusi bagi lingkungannya.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mengapa berbagai kerusakan semakin banyak terjadi?
Allah telah menjelaskan sebabnya dalam firman-Nya:
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
“Kemudian datanglah generasi setelah mereka yang menyia-nyiakan salat dan mengikuti hawa nafsu. Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59).
Perhatikan urutannya. Ketika salat mulai ditinggalkan, hawa nafsu mulai diikuti. Ketika hawa nafsu menguasai hati, lahirlah berbagai bentuk kerusakan dalam keluarga dan masyarakat.
Karena itu, membangun masyarakat yang baik harus dimulai dengan membangun hubungan manusia dengan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman,” (HR. Muslim).
Hadist ini mengajarkan bahwa setiap muslim mempunyai tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi penonton terhadap berbagai kerusakan.
Gerakan dakwah harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jangan menunggu orang lain berubah terlebih dahulu. Jadilah teladan dalam salat, kejujuran, akhlak, dan kepedulian.
Mari kita hidupkan kembali majelis ilmu, memakmurkan masjid, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, mempererat silaturahmi, membantu fakir miskin, dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ilmu serta nilai-nilai kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d: 11).
Marilah kita menjadi bagian dari gerakan dakwah yang menebarkan rahmat, bukan kebencian; membangun persatuan, bukan perpecahan; memperbaiki akhlak, bukan sekadar menyalahkan orang lain.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam berdakwah, menjaga keluarga kita, dan menjadi sebab lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ .
اللَّهُمَّ إِنِّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَ مِن سَيِّئِ الأَسْقَامِ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Download file PDF: