NewsRelawan Ansharu Syariah

Relawan Ansharu Syariah Edukasi Pelajar tentang Perayaan Valentine Day Terkait Norma Kesusilaan dan Agama

MALANG (ansharusyariah.com)— Menjelang 14 Februari, suasana berbeda tampak di SMK Taruna Bhakti Malang, Jalan Kedawung No. 72, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pada Jumat (13/2/2026), para Ustadz bersama Relawan Ansharu Syariah Malang menggelar kegiatan edukasi bahaya Valentine Day di lingkungan sekolah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu diikuti para siswa dengan penuh perhatian. Materi disampaikan secara dialogis dan persuasif, dengan membahas fenomena Valentine Day dari sudut pandang norma kesusilaan serta nilai-nilai agama.

Salah satu siswa, Bagas, warga Lowokwaru, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan mampu membuka wawasan siswa tentang cara menyikapi persoalan cinta dan pergaulan secara lebih bijak. Sejumlah siswa lainnya juga tampak antusias dan menyambut kegiatan tersebut dengan gembira.

Dalam pemaparannya, Ustazd Nofa menegaskan bahwa budaya Valentine Day dinilai tidak sejalan dengan norma kesusilaan dan ajaran agama. Ia juga menjelaskan bahwa konsep cinta seharusnya diarahkan dengan benar sesuai tuntunan moral dan nilai spiritual.

“Cinta itu harus diarahkan dengan cara yang baik dan sesuai tuntunan agama, bukan mengikuti budaya yang berpotensi membawa pada pergaulan bebas,” ujarnya di hadapan para siswa.

Sementara itu, Ndan Hendro selaku perwakilan Relawan Ansharu Syariah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menjaga generasi muda dari pengaruh budaya yang dianggap tidak sejalan dengan nilai moral bangsa.

“Kita harus berupaya menyelamatkan generasi penerus semaksimal yang kita bisa. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.

Penyelenggara berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda di lingkungan pendidikan.

Reporter: M Rifa’i

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button