Press Rillis

Pernyataan Sikap Jamaah Ansharu Syariah atas Eskalasi Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase ketegangan serius setelah terjadinya serangan militer langsung oleh AS dan Israel terhadap sejumlah titik strategis di wilayah Iran dan menyebabkan gugurnya pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah tokoh penting lainnya. Eskalasi ini menandai perubahan signifikan dari tekanan politik dan sanksi ekonomi menuju konfrontasi terbuka yang melibatkan kekuatan militer secara langsung dan memicu respons balasan yang cepat sehingga situasi berkembang menjadi konfrontasi terbuka di kawasan timur tengah yang semakin mengkhawatirkan.

Peristiwa ini terjadi di saat umat Islam tengah khusyuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, menambah keprihatinan karena dampaknya tidak hanya bersifat geopolitik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual umat. Eskalasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, keamanan jalur energi dan perdagangan global, serta keselamatan masyarakat sipil, sehingga menuntut kebijaksanaan dan pengendalian diri dari semua pihak agar konflik tidak semakin meluas.

Dasar Pertimbangan
A. Bahwa invasi dan agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel merupakan bentuk kezaliman serta arogansi kekuasaan yang mengabaikan prinsip keadilan dan kedaulatan suatu bangsa.
B. Bahwa tindakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari proyek ekspansi geopolitik yang lebih luas, yang dalam banyak pandangan disebut sebagai bagian dari agenda pembentukan dominasi kawasan (Greater Israel), di mana Iran dipandang sebagai salah satu target strategis awal.
C. Bahwa wilayah yang diserang merupakan bagian dari bumi umat Islam yang memiliki nilai sejarah, peradaban, dan warisan keilmuan Islam yang agung, serta dihuni oleh masyarakat sipil lintas aqidah yang turut terdampak oleh peperangan.

Menyikapi hal tersebut, Jamaah Ansharu Syariah menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras invasi dan agresi militer yang dilancarkan terhadap wilayah Iran.
  2. Mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan perjanjian damai yang berkeadilan.
  3. Menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjalankan mandatnya secara adil dan independen.
  4. Jamaah Ansharu Syariah mendesak negara-negara kawasan Teluk agar tidak menjadikan wilayahnya sebagai basis atau pangkalan militer bagi negara-negara yang mendukung agresi dan ekspansi zionisme, karena hal tersebut hanya akan memperluas konflik dan menempatkan rakyatnya dalam risiko besar.
  5. Jamaah Ansharu Syariah mendesak Pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) pasca invasi AS–Israel ke Iran. Keanggotaan Indonesia berpotensi mencederai prinsip politik luar negeri bebas dan aktif serta menimbulkan persepsi keberpihakan.
  6. Jamaah Ansharu Syariah menyarankan Pemerintah Republik Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, berhati-hati dalam memainkan peran geopolitik global, serta menjaga agar Indonesia tidak terjebak dalam keterbelahan blok kekuatan dunia, sehingga tetap memiliki posisi moral dan diplomatik yang kuat dalam upaya penyelesaian konflik.
  7. Jamaah Ansharu Syariah mengajak kepada umat Islam Indonesia agar tetap teguh menjaga aqidah, memperkuat persatuan nasional, serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah, dengan tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari dari perjuangan menegakkan keadilan dan kedaulatan bangsa yang tertindas.
  8. Jamaah Ansharu Syariah juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa dan munajat bagi keselamatan kaum muslimin dan negeri-negeri muslim yang dilanda konflik. Di tengah dentuman konflik dan ketidakpastian, doa adalah kekuatan ruhani yang menyatukan hati, menguatkan iman, dan menjadi bukti kepedulian serta cinta persaudaraan sesama muslim.
  9. Jamaah Ansharu Syariah meyakini adanya hikmah dan momentum introspeksi bagi umat di tengah ujian yang berat ini, bahwa setiap peristiwa besar mengandung pelajaran dan hikmah. Konflik ini hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kesadaran geopolitik, serta membangun kembali kekuatan peradaban yang berlandaskan keadilan, kemandirian, dan tanggung jawab moral.

Demikian pernyataan ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi dan memuliakan Islam dan kaum
Muslimin. Amiin Yaa Robbalalamiin.

Hasbunallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir.
Jakarta, 14 Ramadhan 1447H / 3 Maret 2026

Jamaah Ansharu Syariah
Amir Jamaah

KH. Mochammad Achwan

 

Download file PDF:

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button