MABIT “Malam Ukhuwah” Ansharu Syariah Jakarta Perkuat Kebersamaan dan Optimisme di Masa Sulit
CILEUNGSI (ansharusyariah.com)— Jamaah Ansharu Syariah Wilayah Jakarta menggelar Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) bertema “Malam Ukhuwah” di Gedung Pusdiklat Cileungsi, Sabtu–Ahad (12–13/9/2026).
Mengusung semangat “Tetap Optimis Walau di Masa Sulit”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat komunikasi antara pengurus dan anggota (a’dho).
Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu malam pukul 20.00 WIB dengan pembukaan dan tilawah Al-Qur’an oleh para santri. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari Amir Wilayah Jakarta beserta jajaran pengurus wilayah yang dipandu oleh Katib Wilayah.
Masing-masing pengurus menyampaikan pesan dan arahan kepada peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam menjalankan berbagai aktivitas jamaah.
Amir Wilayah Jakarta, Ustadz Wirto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan nasihat tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi perjalanan kehidupan yang penuh tantangan.
Ia mengutip sebuah pesan yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ kepada Abu Dzar al-Ghifari:
“Perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam.”
Pesan tersebut kemudian diibaratkan sebagai gambaran perjalanan kehidupan. Perahu menggambarkan tempat seseorang bernaung dalam menjalani kehidupan, sementara lautan yang dalam menggambarkan berbagai tantangan dan ujian yang harus dihadapi.
Menurut pesan tersebut, seorang muslim perlu senantiasa melakukan evaluasi diri dan tidak merasa cukup dengan amal yang telah dilakukan. Perbaikan kualitas iman, ibadah, amal saleh, dan ketakwaan perlu terus dilakukan sebagai bekal menghadapi perjalanan kehidupan.
Nasihat tersebut juga menjadi pengingat bahwa keteguhan iman tidak berarti seseorang terbebas dari ujian. Sebaliknya, berbagai tantangan membutuhkan kesiapan spiritual dan kesungguhan dalam memperbaiki diri.
Pesan itu dinilai relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Berbagai kesulitan yang dihadapi, menurut penyelenggara, tidak semestinya membuat seorang muslim kehilangan harapan. Justru dalam situasi sulit diperlukan penguatan iman, peningkatan amal, kesabaran, serta ukhuwah dan sikap saling menguatkan.
Dialog hingga Qiyamullail
Setelah penyampaian pengurus wilayah, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama a’dho. Sesi tersebut menjadi ruang interaksi dan komunikasi antara pengurus dan anggota untuk menyampaikan berbagai hal sekaligus memperkuat kedekatan.
Peserta kemudian beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan dengan qiyamullail pada dini hari. Ibadah dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah dan kuliah Subuh hingga pukul 06.00 WIB.
Pada pagi harinya, peserta mengikuti olahraga hingga pukul 10.00 WIB. Seluruh rangkaian MABIT kemudian ditutup dengan doa.
Melalui kegiatan “Malam Ukhuwah”, Jamaah Ansharu Syariah Wilayah Jakarta berharap terbangun kebersamaan yang semakin kuat dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Semangat “Tetap Optimis Walau di Masa Sulit” menjadi pesan penutup kegiatan, sekaligus ajakan untuk terus melakukan evaluasi diri, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan bekal amal saleh dalam menjalani kehidupan.