Ustaz Agil Firmansyah: Visi Besar Akan Menghadirkan Ujian Besar, Jangan Putus Asa dalam Perjuangan
SUKOHARJO (ansharusyariah.com)— Amir Ansharu Syariah Jawa Tengah Ustaz Agil Firmansyah, S.Pd., mengingatkan pentingnya tetap istiqamah dalam menjalani perjuangan di tengah berbagai ujian dan tantangan. Menurutnya, besarnya ujian sering kali berjalan seiring dengan besarnya visi dan manfaat yang hendak diwujudkan.
Hal itu disampaikan Ustaz Agil dalam kajian Tarbiyah di Masjid Muttaqien, Cemani, Sukoharjo pada Ahad (13/9/2026). Ia mengatakan, perjuangan yang memiliki cakupan manfaat lebih luas juga menghadirkan tanggung jawab dan ujian yang lebih besar.
“Jadi, kalau ujiannya kita itu berat, maka Allah akan memberikan balasannya juga akan berat. Maksudnya, balasannya akan lebih besar daripada mungkin kita yang hanya fokus dengan iqomatuddin rumah tangga masing-masing,” ujar Ustaz Agil.
Ia menjelaskan, perjuangan menegakkan nilai-nilai agama dalam lingkup rumah tangga tetap memiliki nilai dan pahala. Namun, ketika perjuangan dilakukan secara kolektif dan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang, tantangan yang dihadapi juga semakin besar.
“Maka berbahagialah kita yang hari ini masih istiqomah iqomatuddin secara kolektif, yang mungkin ujian-ujian yang kita rasakan ini tidak hanya dirasakan oleh kita sendiri, tapi teman-teman jamaah lain juga sedang merasakannya,” katanya.
Menurut Ustaz Agil, berbagai ujian tersebut perlu dihadapi dengan kesabaran. Ia mengingatkan agar seseorang tidak menjadikan beratnya ujian sebagai alasan untuk berhenti dari perjuangan.
“Nah, jadi itu memang ujian ya, dan memang harus dihadapi dengan sabar, dengan kesabaran bahwa ujian yang besar adalah membawa pahala yang besar pula,” ujarnya.
Visi Besar, Manfaat Besar
Ustaz Agil kemudian mengaitkan besarnya ujian dengan visi yang dimiliki seseorang. Menurutnya, orang yang memiliki visi besar dan luas akan menghadapi tantangan yang sebanding dengan cita-cita serta manfaat yang ingin diwujudkannya.
“Dan orang yang memiliki visi, visi yang besar, visi yang luas, maka dia juga pastinya memiliki ujian yang besar juga, yang luas juga, karena memang visi yang besar itu akan membawa manfaat yang besar, dan manfaat yang besar itu lebih baik daripada manfaat yang kecil,” jelasnya.
Ia menilai, luasnya manfaat menjadi salah satu hal yang membuat sebuah amal memiliki nilai lebih. Amalan yang manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat dirasakan oleh banyak orang, menurutnya, memiliki keutamaan tersendiri.
“Jadi amalan jariyah, sifatnya luas, dinikmati oleh banyak orang, maka dia lebih utama daripada amalan yang kemudian hanya dinikmati oleh dirinya saja,” katanya.
Ia memberikan sejumlah contoh. Shalat, menurutnya, merupakan ibadah yang baik bagi diri sendiri. Namun, mengajak orang lain untuk salat membuat manfaatnya menjadi lebih luas. Hal serupa berlaku dalam ibadah puasa maupun upaya mengajak orang lain menjalankan nilai-nilai agama.
“Shalat itu baik untuk diri sendiri, tapi shalat dan mengajak orang shalat itu lebih baik lagi. Terus kemudian apa namanya, puasa itu baik untuk diri sendiri, tapi puasa dan mengajak orang lain puasa itu jauh lebih baik,” tuturnya.
Ia kemudian menekankan bahwa upaya menegakkan syariat secara berjamaah juga akan memiliki manfaat yang lebih luas ketika disertai dengan upaya mengajak orang lain kepada kebaikan.
“Sebagaimana kita menegakkan syariat di jamaah itu baik, tapi menegakkan syariat di jamaah plus mengajak orang lain menegakkan syariat, itu juga jauh lebih baik lagi,” lanjutnya.
Jangan Putus Asa
Di tengah berbagai tantangan yang disebutnya sebagai fitnah dan ujian, Ustaz Agil mengajak jamaah untuk tidak kehilangan harapan. Ia berharap para jamaah tetap mendapatkan bimbingan dan petunjuk Allah melalui para kiai dan asatidzah.
“Makanya jangan putus asa meskipun sedang banyak fitnah dan banyak ujian, mudah-mudahan kita selalu dibimbing dan diberi petunjuk oleh Allah melalui para kiai, para asatidzah kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, para ulama dan asatidzah juga terus memikirkan kondisi umat dalam menjalankan amanahnya.
“Yang mereka-mereka beliau-beliau itu juga setiap hari, setiap saat itu juga memikirkan kondisi umat,” pungkasnya.
Reporter: Ridho Asfari