News

Kajian Kolosal Banten, Ustaz Rusdi Tekankan Keikhlasan, Keteguhan Hati, dan Persatuan

SERANG (ansharusyariah.com)— Kajian Kolosal yang digelar di Masjid Ibnu Abbas, Jelumprit, Serang, Banten, Ahad (6/9/2026), menjadi momentum penguatan spiritual dan pembinaan jamaah.

Dalam kajian tersebut, Amir Jamaah Ansharu Syariah Wilayah Banten Ustaz Rusdi menekankan pentingnya keikhlasan, keteguhan hati, istiqamah, serta menjaga persatuan dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial.

Dalam taujihnya, Ustaz Rusdi mengingatkan jamaah agar tidak mudah merasa lemah dan bersedih ketika menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak peserta menjadikan firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 139 sebagai penguat hati.

“Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman,” ungkapnya.

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim memiliki keyakinan dan optimisme untuk terus melakukan kebaikan, meskipun kontribusi yang diberikan terkadang terlihat sederhana di hadapan manusia.

Menguatkan Keikhlasan dalam Beramal

Salah satu pokok bahasan yang disampaikan adalah pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal. Ustaz Rusdi mengingatkan agar aktivitas yang dilakukan berorientasi kepada Allah atau lillah, bukan karena mengejar penilaian maupun pengakuan manusia.

Keikhlasan, lanjutnya, juga perlu tercermin dalam kesungguhan mengikuti majelis ilmu. Kehadiran dalam sebuah kajian hendaknya bukan sekadar karena kewajiban, rasa sungkan, atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain, melainkan karena kesadaran bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Jamaah juga diingatkan agar tidak menjadikan jumlah peserta sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah kegiatan. Sedikit atau banyaknya peserta bukan hal utama. Yang lebih penting adalah kualitas kehadiran, ilmu yang diperoleh, serta perubahan positif yang lahir setelah mengikuti majelis tersebut.

Persatuan Jangan Dikalahkan Perbedaan

Ustaz Rusdi kemudian menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perselisihan. Ia mengingatkan pesan Allah dalam QS Al-Anfal ayat 46 agar umat tidak terjebak dalam perselisihan yang dapat melemahkan kekuatan dan menghilangkan keteguhan.

Para peserta diajak untuk tidak menjadikan kekurangan maupun perbedaan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Setiap persoalan, kata dia, hendaknya dibicarakan dengan cara yang baik dan tenang serta diarahkan pada penyelesaian masalah.

Menjaga lisan dan hati juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat. Setiap orang diharapkan dapat saling menguatkan, bukan justru mengeluarkan perkataan yang dapat menambah beban atau menurunkan semangat sesama.

Perjuangan Membutuhkan Persiapan

Selain pembinaan spiritual, Ustaz Rusdi turut mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan persiapan dalam menjalankan berbagai agenda. Menurutnya, setiap kegiatan perlu dipersiapkan dengan baik dan tidak dilakukan secara mendadak.

Ia menyampaikan pesan yang cukup ringan tetapi sarat makna.

“Yang enak dadakan itu cuma tahu, kalau perjuangan butuh persiapan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap agenda dipersiapkan sejak awal, termasuk dalam hal komunikasi dengan anggota keluarga maupun peserta lainnya.

Komunikasi yang baik, lanjutnya, juga diperlukan agar informasi mengenai kegiatan dapat disampaikan secara cepat dan jelas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, keterlambatan informasi yang dapat menghambat partisipasi dapat diminimalkan.

Menjaga Hati dan Istiqamah

Menutup taujihnya, Ustaz Rusdi mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga kondisi hati. Ia mengingatkan hadis Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam mengenai segumpal daging yang apabila baik, maka baik pula seluruh tubuh, dan apabila rusak, maka rusak pula seluruh tubuh. Segumpal daging tersebut adalah hati.

Karena itu, pembinaan hati perlu berjalan seiring dengan amal nyata. Keimanan dan niat yang baik harus diwujudkan dalam sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan konsistensi dalam melakukan kebaikan.

Kajian Kolosal tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi memberikan pengaruh positif dalam kehidupan peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

Melalui momentum tersebut, para peserta diajak untuk terus memperbarui niat, memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan berbagai aktivitas yang bernilai kebaikan.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button