News

Camping Ceria Ansharu Syariah Jember, Perkuat Iman dan Bekal Hadapi Fitnah Akhir Zaman

JEMBER (ansharusyariah.com)— Keluarga besar Mudiriyah Tapal Kuda menggelar Camping Ceria di Glamping Kalijompo, Jember, Sabtu–Ahad (26–27/9/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda kebersamaan, tadabbur alam, serta penguatan ruhiyah.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah Kajian Kolosal dengan materi “Kewajiban Menaati Pemimpin dan Batasannya” yang disampaikan Ustaz Abu Abdurrahman.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan qiyamullail berjamaah pada sepertiga malam bersama Abah Mubin. Setelah salat Subuh, peserta mengikuti Kuliah Subuh bertema “Bekal Menghadapi Fitnah Akhir Zaman” yang disampaikan Syekh Edi Siswanto Al Lamajangi.

Dalam kajian tersebut, Syekh Edi menekankan lima hal yang perlu diperhatikan seorang muslim dalam menghadapi berbagai fitnah dan ujian kehidupan.

Pertama, menjaga salat, khususnya salat lima waktu secara berjamaah di masjid. Salat ditekankan sebagai salah satu benteng utama seorang mukmin.

Kedua, menghidupkan Al-Qur’an di rumah dengan membaca, mempelajari, dan mengamalkannya. Ketiga, menjaga lingkungan pergaulan dengan mendekatkan diri kepada orang-orang baik karena lingkungan dinilai berpengaruh terhadap hati, akhlak, dan arah kehidupan.

Keempat, menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, serta memperhatikan akhlak dan adab. Kelima, memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diberikan keteguhan iman, hati yang terjaga, serta keselamatan dari berbagai fitnah.

Selain rangkaian kajian dan ibadah, kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan memanfaatkan lingkungan pegunungan Kalijompo sebagai ruang untuk tadabbur alam dan mempererat kebersamaan antar peserta.

Amir Mudiriyah Ansharu Syariah Tapal Kuda, Budi Eko, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat ukhuwah sekaligus menambah bekal keimanan peserta.

“Semoga kegiatan ini semakin mempererat ukhuwah dan menambah bekal iman dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkap Budi Eko.

Ia berharap semangat yang dibangun selama kegiatan dapat terus dibawa peserta setelah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, para peserta diharapkan semakin ceria dalam menjalankan berbagai amanah kehidupan, termasuk amanah perjuangan.

“Tidak ada lagi menganggap berjuang sebagai beban apalagi paksaan. Tapi sebagai kebutuhan dan dijalankan dengan kesadaran,” lanjutnya.

Melalui Camping Ceria tersebut, Mudiriyah Tapal Kuda berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi penguat bagi peserta dalam menjalankan aktivitas dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button