News

Bentuk Muslimah Tangguh, Jamaah Ansharu Syariah Menggelar Daurah Ummahat se-Jawa Timur

LUMAJANG (ansharusyariah.com)- Jamaah Ansharu Syariah wilayah Jawa Timur sukses menggelar daurah ummahat dengan mengusung tema ‘Membentuk Muslimah Tangguh Akhir Zaman’. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni sabtu-ahad (28-29/12/2019) dilaksanakan di Wisma Agro Kertowono, Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Daurah ini menghadirkan 3 pemateri utama dari qiyadah markazy Jamaah Ansharu Syariah yakni ustadz Ismail Abu Farhan, ustadz Ahmad Ibnu Khaldun dan ustadz Adi Hadiyanto,S.Pd.I.

Dalam pembukaan daurah, amir Ansharu Syariah wilayah Jawa Timur, ustadz Hamzah Baya, S.Pd.I, M.Pd menekankan pentingnya ummahat memahami akidah dan manhaj sebuah pergerakan.

“Daurah ummahat ini sebagai awal kita dalam memahami apa itu Jama’ah Ansharu Syari’ah. Yang awal kita pahami adalah akidah dan manhajnya, kenapa kita harus memahami akidah dan manhaj karena ini sangat penting,” katanya.

“Kalau kita mengikuti sebuah pergerakan yang manhaj dan akidahnya menyimpang dari ahlu sunnah wal jamaah jelas itu akan mempengaruhi dan sangat berbahaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut beliau juga meminta ummahat jangan diam jika melihat penyimpangan dalam akidah dan manhaj.

“Maka nanti kalau ummahat melihat penyimpangan misalnya kok seperti akidah syiah maka harus kita ingatkan, ummahat harus kritis. Ada akidah seperti khawarij misalnya perlu kita kritisi jangan diam,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemateri dari qoid sariyah Muslimat Ansharu Syari’ah, ustadz Adi Hadiyanto,S.Pd.I menyampaikan bahwa pasangan itu adalah perhiasan terindah.

“Tidak ada kebahagiaan bagi laki-laki setelah iman kepada Allah kecuali memiliki istri shalehah, jadi Umar bin Khatab RA merangkum kebahagiaan di dunia ini bukan pada harta, kedudukan, jabatan atau ketenaran, melainkan asal dia beriman dan punya istri shalehah pasti bahagia,” terangnya mengutip perkataan sahabat Umar bin Khatab RA.

Selama daurah berlangsung, anak-anak dari peserta diajak outbound oleh panitia agar tidak mengganggu ibunya dalam menerima materi.

Reporter: Bahri

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button