Artikel

Islam Agama Kasih Sayang

"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107).

Oleh : Ustadz Nofa Miftahudin, S.Th.I
Staff Tarbiyatun Nisa’ wal Aulad, Jamaah Ansharu Syariah Wilayah Jawa Timur

Agama Islam yang memiliki syariat sempurna. Kesempurnaan yang merona membuat setiap hati terperanga. Dengan berbagai tata kehidupan menjadikan jiwa bergelora untuk beramal kebaikan menggapai ridha dan surga-Nya.

Islam agama kasih sayang. Menyebarkan kedamaian dan kasih sayang kepada semua makhluk-Nya. Tanpa pandang bulu dengan tatanan yang sempurna. Kasih sayang yang tidak mengenal waktu.

Allah Ta’ala adalah Rabb Maha Pengasih dan Penyayang terhadap semua makhluk-Nya. Baik yang taat maupun maksiat. Sayangnya Allah Ta’ala kepada hambanya yang Taat berupa pahala dan balasan yang sempurna beserta keridhaan-Nya. Adapun sayang Allah Ta’ala terhadap yang maksiat berupa kesempatan bertaubat dan apresiasi setinggi-tingginya bagi hamba yang mau kembali kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ

“Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS. Hud: 90).

Di antara bentuk kasih sayang Allah Ta’ala yaitu Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).

Begitu pula Islam mengajarkan kelembutan bukan kekerasan dalam bermuamalah. Diabadikan Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (QS. Ali ‘Imran: 159).

Sebagai Rabb yang memiliki aturan dan mengatur semua hamba-Nya. Sekaligus Allah Ta’ala memberikan teladan bagi hamba-Nya. Menunjuk bahwa Allah Ta’ala mencintai kelembutan. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَيْهِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan. Dia memberikan sesuatu (pahala) atas kelembutan yang tidak diberikan atas kekerasan.” (HR. Muslim, no. 2593).

Di dalam Kaidah Ushul Fiqih menyebutkan :

الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ

“Kesulitan mendatangkan kemudahan.”

Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam ibadah dan kehidupan, sebagai bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada umat manusia.

Begitu pula dengan kaidah berikut :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh saling membahayakan.”

Kaidah ini menunjukkan Islam melarang tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, karena agama ini adalah agama kasih sayang.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua untuk melaksanakan agama Islam yang mengajarkan kasih sayang dimana dan kapanpun berada dengan ketentuan-Nya. Aamiin yaa Robb.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button