Artikel

JANGAN KAU TOLAK

Oleh: ustadz Abu Fathimah |
Staff Tarbiyah Jamaah Ansharu Syariah Wilayah Jawa Timur

Pemberian amanah terhadap seseorang memang tidak boleh serampangan. Karena bila amanah diberikan secara asal-asalkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu saja inshaa Allah seorang pemimpin memberikan amanah kepada seseorang yang dipilihnya berdasarkan analisa dan dasar yang kuat.

Meskipun terkadang seseorang yang dipilih merasa tidak mampu. Hal itu disebabkan karena terkadang belum mengenal potensi dirinya sendiri, padahal seseorang tersebut memiliki potensi. Justru orang lain yang lebih dahulu mengetahui potensi tersebut.

Amanah merupakan kepercayaan Allah Ta’ala kepada kita. Dengan amanah yang dipikulkan di atas pundak kita ini merupakan kesempatan emas bagi kita dalam rangka mencari muka di hadapan Allah Ta’ala. Menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Maka layaklah bila Allah Ta’ala menyatakan bahwa orang yang mulia adalah orang yang paling bertaqwa. Firman Allah Ta’ala:

… إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurot [49]: 13).

Oleh karena itu apabila kita ditunjuk untuk mengemban amanah maka kita niatkan untuk menggapai Ridha Allah Ta’ala. Bukan untuk bahan gaya, gengsi, keren apalagi digunakan untuk merendahkan saudaranya yang lain. Na’uudzubillaah.

Bilamana kita diberikan amanah oleh Allah Ta’ala, janganlah ditolak.

Selama yang kita mampu dalam melaksanakan. Dan pasti di antara kita juga butuh proses. Siapapun itu. Banyak kisah dari tokoh lokal sampai nasional yang diberi amanah, dahulunya dia merasa tidak suka terhadap amanah tersebut, dia anggap tidak cocok, tidak pada bidangnya. Namun karena sebuah tuntutan dan tantangan serta sikon yang harus dia hadapi.

Maka mereka pun berusaha untuk menunaikan semaksimal mungkin. Wal hasil, Allah Ta’ala memberikan ilmu laduni kepada mereka dalam menunaikan amanah. Sekali lagi, kehebatan mereka bukan semata-mata karena pada bidangnya, bukan karena kecerdasannya, bukan karena kepiawaiannya. Namun karena pertolongan dari Allah Ta’ala.

Mengapa tidak boleh menolak? Karena boleh jadi itu adalah cara Allah Ta’ala untuk menjadikan ilmunya bermanfaat, bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Karena Allah Ta’ala ingin mengupgrade status sosial kita di dunia dan akhirat, karena kepedulian dan keikhlasan itulah menghadirkan rahmat dari Allah Ta’ala, mendatangkan pertolongan Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam :

اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Bila amanah Allah Ta’ala sudah dititipkan, maka jangan berfikir untuk mundur kecuali ada udzur syar’i. Boleh jadi semua permasalahan yang kita hadapi ini menjadi mudah karena kita melaksanakan amanah yang dititipkan kepada kita.

Sangat mudah bagi Allah Ta’ala menggantikan kita dengan orang yang lebih baik dari kita. Islam akan jaya ada kita atau tanpa kita. Namun yang menjadi bahan renungan kita adalah seberapa besar kontribusi kita terhadap islam ketika nyawa masih bersemayam ini. Semoga kita semua dapat mengambil peran dalam perjuangan ini. Aamiin yaa Robb

Memang terkadang syaitan juga menghembuskan VIRUS BAPER kepada pemikul amanah, perkara kecil menjadi besar karena virus ini, hal yang sepele menjadi sepolo karena virus ini, keretakan ukhuwah karena virus ini, permusuhan juga karena virus ini.

Dimana virus ini lebih berbahaya daripada Covid 19. Mengapa demikian, bila Covid 19 hanya merusak kesehatan fisik, namun VIRUS BAPER ini dapat merusak kesehatan fisik dan amal. Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari VIRUS BAPER yang berbahaya ini Na’uudzubillaah min dzalik

Cara indah Allah Ta’ala pula menanamkan pada hati ummat berupa kepercayaan untuk menyampaikan ilmu, kepercayaan untuk mengemban amanah. Meskipun dengan memiliki segala kelebihan dan keterbatasan, itulah cara Allah Ta’ala memotivasi kita untuk mengupgrade diri hambanya. Ketika mendapatkan amanah, maka mau tidak mau harus memantaskan diri untuk yang terbaik.

Ketika kita berusaha dengan maksimal berupa segala daya dan upaya untuk yang terbaik. Manunaikan amanah dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Maka fa in shaa Allooh Allah Ta’ala yang akan mengupgrade diri seorang hamba. Kita hanya bertaqwa maka Allah Ta’ala yang akan memberikan insting, memberikan pengetahuan, pengalaman dengan cara spesial Allah Ta’ala.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٨٢)

“Dan bertaqwalah kepada Allah Ta’ala. Allah akan mengajarimu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al-Baqarah[2]: 282).

Dengan berbagai cara spesial Allah Ta’ala untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan terhadap hamba-Nya. Boleh jadi dengan cara memantik hati hamba Allah Ta’ala yang lain untuk mengajari seorang hamba tersebut, bisa juga dihadirkan pelatihan yang menunjang sesuai dengan cabang keilmuan atau skill yang dibutuhkan. Bisa juga dengan diberikan ilham berupa tips jitu oleh Allah Ta’ala untuk menyelesaikan permasalahannya, dan seterusnya.

Semoga Allaah Ta’ala senantiasa membimbing dalam menunaikan amanah dan semoga Allah Ta’ala senantiasa meridhoi kita semua. Aamiin yaa Robb.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button