Artikel

Jangan Lalai Menjaga Kehormatan Ulama

Oleh Abu Hamasah
Katib Jamaah Ansharu Syariah Mudiriyah Jember

Sesungguhnya menjaga kehormatan ulama, mentaati, menjaga dan memuliakan mereka adalah kebutuhan manusia dan kehidupan. Tanpa ulama, manusia akan hidup tanpa bimbingan dan arahan yang pada akhirnya kehancuran kehidupan hanya tinggal menunggu waktu.

Maka sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, hendaklah manusia mentaati para ulama yang bisa menjadi teladan dalam kesholihan dan pengamalan ajaran Islam.

Ulama adalah pewaris para Nabi, begitulah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam tegaskan melalui sabdanya. Tentu saja sebagai pewaris para Nabi, ulama memiliki peran dan tanggung jawab membina, membimbing, menjaga umat di jalan kebenaran dan menghindarkan mereka dari jalan kesesatan sesuai syariat Allah dan Rasul-Nya.

Jika keberadaan para Nabi adalah karunia yang sangat berharga, maka keberadaan para ulama merupakan karunia yang tak ternilai harganya.

Dengan kedudukan ulama yang begitu penting dan terhormat, maka menjaga kehormatannya menjadi sebuah keniscayaan. Karena membela kehormatan ulama sama dengan membela agama itu sendiri.

Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata, “Memuliakan para ulama adalah sebuah kewajiban. Karena mereka adalah pewaris para Nabi. Sikap meremehkan ulama yang mereka lakukan termasuk perendahan terhadap kedudukan mereka, perendahan terhadap warisan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan perendahan terhadap ilmu yang mereka miliki.”

Tindak kekerasan terhadap Ulama beberapa kali terjadi di negeri ini, sejak sebelum kemerdekaan hingga era milenial kini. Mulai yang berdampak luka-luka hingga hilangnya nyawa.

Satu kasus yang paling menghebohkan adalah ketika Syeikh Ali Jaber rahimahullah ditusuk pria tak dikenal sehingga menyebabkannya harus dirawat serius di rumah sakit. Di tahun ini berulang lagi. Terjadi penyerangan terhadap Ustadz Chaniago pada Senin, 20 September 2021 siang. Saat sedang berceramah di sebuah masjid di Batam, sang ustadz diserang oleh pria tak dikenal.

Video penyerangan itu ramai di media sosial YouTube. Dalam video berdurasi 33 detik itu, terlihat seorang pria menggunakan kemeja kotak-kotak hijau tiba-tiba saja menghampiri Chaniago dan bersiap menerjangnya. Beruntung, Da’i asal Batam itu berhasil melarikan diri. Setelah ditangkap pelaku ternyata diindikasi adalah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

Yang kembali jadi pertanyaan besar, kejadian yang kerap terjadi di bulan September ini sekedar kebetulan ataukah sudah direncanakan. Bulan yang terekam dalam sejarah adanya aksi brutal berdarah Komunis memporak-porandakan tatanan kehidupan beragama di Negeri mayoritas muslim ini.

Inilah sejarah yang tidak bisa diabaikan untuk disampaikan kepada generasi penerus kita. Kebencian mereka kepada Islam dan segala hal yang berkaitan dengan Islam termasuk kepada Ulama dan Pesantren adalah bukti nyata kerusakan ideologi ini.

Bukti nyata agar jangan sampai ada pembiaran sistem tanpa Tuhan dan tanpa Agama tumbuh subur di negeri yang diperjuangkan dengan tetesan keringat dan darah ummat Islam. Mari maksimalkan potensi terbaik yang kita miliki untuk menjaga Islam, ulama dan aset Ummat Islam saat ini juga dan dimanapun berada.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Check Also
Close
Back to top button