Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat Edisi 433 | Menyambut Esok Ramadhan, Membangun ‘Blueprint’ Ramadhan Terbaikmu

Bayangkan jika ini adalah Ramadhan terakhir kita. Bayangkan jika esok pagi, kita membuka mata dan mendapati bahwa Ramadhan tahun ini adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita. Apakah kita akan menyia-nyiakannya? Apakah kita akan membiarkan hari-hari berlalu tanpa makna? Ataukah kita akan memanfaatkan setiap detik dengan sebaik-baiknya?

Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharu Syari’ah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ، قَدْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ.

اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

وَقَالَ النَّبِيُ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي، حديث حسن).

Jamaah Jum’at hamba Allah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan jama’ah sekalian marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita.

Ma’asyirol Muslimin Rahimani Wa Rahimukumullah…

Hari ini, kita berdiri di ambang pintu bulan yang paling mulia. Sore nanti, langit akan menjadi saksi saat para ulama dan ahli falak berkumpul dalam sidang itsbat, menentukan kapan awal Ramadhan tiba. Hati kita pun berdebar, menanti pengumuman yang akan membawa kita memasuki gerbang penuh rahmat dan ampunan.

Namun, wahai hamba Allah, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita benar-benar siap menyambut tamu agung ini?

Bayangkan jika ini adalah Ramadhan terakhir kita. Bayangkan jika esok pagi, kita membuka mata dan mendapati bahwa Ramadhan tahun ini adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita. Apakah kita akan menyia-nyiakannya? Apakah kita akan membiarkan hari-hari berlalu tanpa makna? Ataukah kita akan memanfaatkan setiap detik dengan sebaik-baiknya?

Setiap tahun, Ramadhan datang dan pergi. Sebagian dari kita meraih keberkahan, tetapi tidak sedikit yang justru melewatinya tanpa perubahan. Apakah Ramadhan tahun lalu telah meningkatkan ketakwaan kita? Ataukah kita masih menjadi pribadi yang sama, tanpa ada perbaikan berarti?

Mari jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa perubahan berarti dalam diri kita. Mari kita susun blueprint Ramadhan terbaik—sebuah rencana yang matang dan terperinci untuk menjalani bulan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa lebih terarah dalam beribadah, lebih fokus dalam memperbaiki diri, dan lebih bermakna dalam setiap amal yang kita lakukan. Jangan sampai Ramadhan hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa meninggalkan bekas ketakwaan dalam hati kita.

Sebagaimana tujuan utama puasa adalah untuk membentuk insan yang bertakwa. Oleh karena itu, dengan blueprint yang jelas, kita dapat menjalani Ramadhan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, sehingga saat bulan ini berakhir, kita benar-benar keluar darinya sebagai hamba yang lebih dekat kepada Allah dan lebih baik dari sebelumnya.

1. Susun Target Ibadah yang Jelas
Para salafus shalih generasi terbaik umat ini memahami betul kemuliaan Ramadhan dan bersungguh-sungguh dalam menghidupkannya. Mereka tidak membiarkan satu detik pun berlalu tanpa ketaatan dan ibadah. Imam Malik rahimahullah, misalnya, ketika Ramadhan tiba, beliau meninggalkan majelis haditsnya dan lebih fokus membaca Al-Qur’an. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dikisahkan mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali selama Ramadhan, sedangkan Imam Abu Hanifah rahimahullah pun melakukan hal yang sama.

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata: “Sebagian salaf menutup majelis ilmu mereka di bulan Ramadhan dan lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an.”

Begitu pula dalam shalat malam. Diriwayatkan bahwa Sa’id bin Jubair rahimahullah ketika memasuki Ramadhan, beliau shalat sepanjang malam, dan ketika sahur beliau berdoa, “Ya Allah, jangan kau tolak amalanku ini.”

Tak hanya itu, mereka juga bersungguh-sungguh dalam bersedekah. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma tidak berbuka puasa kecuali bersama anak-anak yatim dan kaum miskin. Rasulullah ﷺ sendiri adalah teladan utama dalam hal ini. Dalam hadits disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

“Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim).

Inilah semangat para salaf dalam menyambut dan menjalani Ramadhan. Mereka memanfaatkan bulan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal ibadah, dan meraih keutamaan yang besar. Sudahkah kita meneladani mereka? Sudahkah kita menyiapkan Ramadhan terbaik kita sebagaimana mereka menyiapkannya?

2. Tinggalkan Kebiasaan Buruk, Bangun Kebiasaan Baik

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kesia-siaan, apalagi di bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

Maka, sudah selayaknya kita bertanya pada diri sendiri: apakah waktu kita lebih banyak untuk kebaikan atau justru terbuang percuma? Jangan biarkan Ramadhan berlalu dengan kebiasaan sia-sia seperti begadang tanpa faedah, membeli petasan yang hanya menghamburkan uang, berjudi online yang mengotori hati, atau tenggelam dalam ghibah yang menggerogoti pahala. Kurangi penggunaan gadget untuk hal yang tidak bermanfaat, hentikan scrolling tanpa tujuan, dan jauhi tontonan yang melalaikan.

Hindari marah dan mudah emosi, sebab puasa adalah latihan kesabaran. Jangan berlebihan dalam makan saat sahur dan berbuka, agar tidak malas beribadah. Sebaliknya, manfaatkan setiap detik untuk mendekat kepada Allah dengan tilawah, dzikir, doa, dan amal saleh.

Ramadhan semakin dekat, jangan sia-siakan kesempatan emas ini jadikan setiap harinya bermakna agar kita keluar darinya sebagai hamba yang lebih bertakwa.

3. Manfaatkan Waktu dengan Maksimal

Setiap detik di bulan Ramadhan adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan, karena Allah ﷻ telah menjadikannya sebagai bulan penuh keberkahan. Mari bersemangat sholat tahajud dan sahur, karena di dalamnya terdapat keberkahan. Gunakan waktu siang untuk ibadah dan menuntut ilmu, bukan sekadar tidur dan bermalas-malasan, sebab Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185).

Terlebih di sepuluh malam terakhir, perbanyaklah i’tikaf dan berburu malam Lailatul Qadar, karena “Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3), dan Rasulullah ﷺ sendiri menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, membangunkan keluarganya, serta mempererat ikatan dengan Rabb-nya (HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174).

Maka, jangan biarkan satu detik pun berlalu tanpa makna, jadikan setiap waktu di bulan suci ini sebagai investasi menuju ridha Allah ﷻ.

Ma’asyiral Muslimin,
Jika kita benar-benar ingin menjadikan Ramadhan kali ini sebagai yang terbaik, maka mulai dari sekarang, buatlah perencanaan yang matang! Jangan sampai kita menyesal di akhir Ramadhan karena melewatkan kesempatan emas ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, namun dosanya tidak diampuni.” (HR. Ahmad, Tirmidzi).

Na’udzu billahi min dzaalik.
Oleh karena itu, marilah kita bersiap dengan sebaik-baiknya, merancang ‘blueprint’ Ramadhan terbaik kita, agar ketika ia berlalu, kita keluar darinya sebagai manusia yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah, dan lebih bertakwa.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ.

“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, dan berilah kami pertolongan untuk berpuasa, shalat malam, dan membaca Al-Qur’an, serta jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka.”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ. اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ. اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ حِسَابًا ثَقِيْلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Download file PDF:

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button