Ustadz Ahmad Ibnu Khaldun: Iman dan Ilmu Jadi Pondasi Perjuangan Umat
SERANG (ansharusyariah.com)— Jamaah Ansharu Syariah Banten menggelar Kajian Kolosal di Masjid Ibnu Abbas, Jelumprit, Waringin Kurung, Ahad (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman, ilmu, dan arah perjuangan dakwah bagi jamaah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Ibnu Khaldun menegaskan bahwa iman dan ilmu merupakan fondasi utama sebelum seorang Muslim menjalankan amal perjuangan.
Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran di majelis ilmu merupakan anugerah dari Allah yang tidak semua orang mendapatkannya, meskipun memiliki waktu dan kesehatan.
“Hadirnya kita bukan semata karena punya waktu atau sehat, tetapi karena Allah memberikan anugerah kepada kita,” ujarnya di hadapan peserta kajian.
Selain itu, Ustadz Ahmad menekankan pentingnya membangun amal di atas landasan aqidah dan tauhid yang kuat, serta menjalankan perjuangan dengan metode yang benar sesuai syariat, yang dalam konteks jamaah dikenal sebagai manhaj.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa jihad tidak hanya dimaknai sebagai peperangan, tetapi juga mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, godaan setan, serta upaya amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
“Jihad hari ini adalah bagaimana mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang benar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk perjuangan harus tetap berada dalam koridor syariat dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad juga menyinggung pentingnya menjaga negeri sebagai ladang dakwah. Menurutnya, Indonesia merupakan tempat kaum Muslimin berjuang melalui dakwah dan perbaikan masyarakat.
“Ini tempat kita berdakwah. Maka menjaga negeri ini dari kerusakan dan kemungkaran adalah bagian dari perjuangan,” katanya.
Di akhir tausiyah, ia mengajak jamaah untuk menyadari bahwa setiap Muslim adalah dai yang dapat berdakwah melalui akhlak, keteladanan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kajian yang berlangsung hingga siang hari ini diikuti jamaah dari berbagai wilayah di Banten dan ditutup dengan doa bersama.