Tingkatkan Kesiapsiagaan, Relawan Ansharu Syariah Bali Ikuti Pelatihan Kegawatdaruratan Ambulans
DENPASAR (ansharusyariah.com)— Relawan Ansharu Syariah Bali mengikuti kegiatan sosialisasi kegawatdaruratan ambulans dan manajemen penanganan kecelakaan yang digelar di Aula Gedung Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, Denpasar Barat, Ahad (3/5/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pengemudi ambulans, relawan kemanusiaan, serta masyarakat umum. Sosialisasi bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani situasi darurat, khususnya kecelakaan di jalan raya.
Dalam pemaparannya, dr. Heri Wahyudi menjelaskan pentingnya penanganan pada fase awal pascakecelakaan yang sangat menentukan keselamatan korban. Materi yang disampaikan meliputi prosedur standar operasional (SOP) ambulans serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk teknik evakuasi korban secara aman.
Ketua panitia, Bambang Widjanarko selaku Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) MUI Bali, menegaskan bahwa pengetahuan dasar kegawatdaruratan harus dimiliki oleh semua pihak, tidak hanya tenaga medis.
“Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Pengetahuan tentang penanganan pertama bukan hanya milik tenaga medis, tetapi harus dimiliki oleh setiap relawan dan pengemudi ambulans agar penanganan di lapangan lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Selain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi penanganan luka dan kondisi darurat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan ambulans, khususnya yang dikelola oleh relawan dan organisasi masyarakat.
Koordinator Relawan Ansharu Syariah Bali, Asrori, mengaku kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para relawan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para relawan Ansharu Syariah. Materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesiapan kami dalam menangani kondisi darurat di lapangan. Kami berharap ke depan ada pelatihan lanjutan agar kapasitas relawan terus berkembang dalam melayani masyarakat,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelayanan kemanusiaan.
Reporter: Teguh Tri