Khutbah Jum’at Edisi 509 | Dunia Makin Canggih, Manusia Makin Kehilangan Arah: Kembali kepada Al-Qur’an sebagai Kompas Kehidupan di Tengah Krisis Zaman
Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharu Syari’ah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ، قَدْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ.
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
وَقَالَ النَّبِيُ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي، حديث حسن).
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.
Khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan jama’ah sekalian marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, kita hidup di zaman yang luar biasa cepat. Teknologi semakin canggih, informasi berada di ujung jari, komunikasi berlangsung dalam hitungan detik, bahkan kecerdasan buatan mampu membantu manusia belajar, bekerja, dan mengambil keputusan. Namun di balik semua kemajuan itu muncul persoalan mendasar, manusia semakin mudah mendapatkan informasi, tetapi belum tentu semakin tahu arah kehidupan.
Kita bisa terhubung dengan jutaan manusia, tetapi kehilangan kedekatan dengan Allah, mengetahui banyak hal, tetapi sulit membedakan yang benar dan yang salah, memiliki teknologi yang semakin hebat, tetapi tidak selalu mampu mengendalikan hawa nafsu. Inilah krisis manusia modern, bukan kekurangan informasi, tetapi kehilangan arah.
Allah telah memberikan jawaban melalui Al-Qur’an:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ,
“Kitab itu tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2).
Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk menjadi petunjuk kehidupan. Ia membimbing kita dalam keluarga, pekerjaan, harta, kekuasaan, menghadapi ujian, menggunakan teknologi, dan menentukan mana yang benar dan mana yang salah.
Karena itu, semakin kompleks kehidupan, semakin besar kebutuhan manusia kepada petunjuk Allah. Teknologi memberi kita kemampuan, tetapi Al-Qur’an memberi kita arah.
Allah juga berfirman:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ,
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra: 9).
Maka persoalannya bukan apakah teknologi harus ditolak, tetapi siapa yang mengendalikan teknologi dan dengan nilai apa ia digunakan.
Telepon genggam dapat menjadi sarana ilmu atau sarana maksiat, media sosial dapat menjadi ladang dakwah atau ladang fitnah, kecerdasan buatan dapat menjadi alat kemanfaatan atau alat yang memperbesar kerusakan. Teknologi hanyalah alat, iman dan wahyu yang menentukan arah.
Maka jamaah yang dimuliakan Allah, jangan sampai kita menjadi manusia yang semakin canggih alatnya, tetapi semakin lemah imannya, semakin luas informasinya, tetapi semakin sempit arah hidupnya, semakin dekat dengan dunia, tetapi semakin jauh dari Allah.
Dunia akan terus berubah, teknologi akan terus berkembang, tetapi kebutuhan manusia kepada Allah tidak pernah berubah. Karena itu, mari kita kuasai teknologi tanpa diperbudak olehnya, manfaatkan informasi tanpa tersesat di dalamnya, dan ikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip. Dunia boleh semakin canggih, tetapi hati harus semakin dekat kepada Allah, zaman boleh semakin cepat, tetapi langkah kita harus tetap berada di jalan yang lurus.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, salah satu tanda manusia kehilangan arah adalah ketika ukuran keberhasilan hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di dunia. Rumah semakin besar dianggap semakin berhasil, penghasilan semakin tinggi dianggap semakin bahagia, pengikut media sosial semakin banyak dianggap semakin bernilai, dan popularitas semakin tinggi dianggap semakin mulia.
Padahal Allah tidak menilai manusia berdasarkan banyaknya harta, jabatan, popularitas, atau pengikutnya, tetapi berdasarkan iman dan ketakwaannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ,
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Ayat ini mengembalikan ukuran kehidupan kepada standar Allah. Dunia boleh berkembang, teknologi boleh berubah, pekerjaan boleh berubah, tetapi ukuran kemuliaan manusia tidak berubah takwa kepada Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah, kita juga perlu menyadari bahwa krisis arah tidak hanya terjadi di luar rumah, tetapi dapat masuk ke dalam keluarga kita tanpa kita sadari.
Anak mungkin duduk bersama orang tuanya, tetapi pikirannya berada di dunia digital, suami dan istri mungkin berada dalam satu rumah, tetapi masing-masing sibuk dengan layar di tangannya, keluarga mungkin memiliki akses kepada ribuan informasi, tetapi tidak memiliki waktu untuk membaca Al-Qur’an bersama, orang tua mungkin mampu menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, tetapi lupa bahwa pendidikan paling penting adalah menanamkan iman dan keteladanan.
Karena itu, rumah tidak boleh hanya menjadi tempat tinggal, tetapi harus menjadi tempat pertama di mana anak mengenal Allah, mencintai Rasulullah ﷺ, belajar shalat, membaca Al-Qur’an, mengenal halal dan haram, serta melihat langsung contoh akhlak dari orang tuanya. Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas kehidupan, mereka membutuhkan arah kehidupan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rasulullah ﷺ membuktikan bahwa perubahan besar tidak dimulai dari kecanggihan fasilitas, tetapi dari perubahan manusia. Masyarakat Arab memiliki perdagangan, keberanian, kemampuan bahasa, dan kebudayaan, tetapi juga diliputi kesyirikan, kezaliman, fanatisme, perjudian, dan kemaksiatan.
Rasulullah ﷺ tidak pertama-tama mengubah dunia di sekitar mereka, tetapi membangun manusia dari dalam, menanamkan tauhid, menghidupkan iman, membersihkan jiwa, dan membentuk akhlak.
Allah menegaskan dalam QS. Al-Jumu‘ah: 2 bahwa misi Rasulullah ﷺ adalah membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan manusia, serta mengajarkan Al-Kitab dan hikmah.
Maka umat hari ini tidak cukup hanya melahirkan manusia yang cerdas dan terampil, tetapi harus melahirkan manusia yang cerdas sekaligus beriman, menguasai teknologi tetapi takut kepada Allah, memiliki kemampuan tetapi tetap berakhlak.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Mengapa zaman semakin rusak?”, tetapi tanyakan, “Apa yang sudah saya ubah dari diri saya?” Jangan hanya mengawasi apa yang dilihat anak-anak kita, tetapi periksa pula apa yang mereka lihat dari keteladanan kita.
Jangan hanya mengeluhkan kerusakan masyarakat, tetapi jadikan rumah kita tempat pertama lahirnya generasi yang beriman dan berakhlak. Allah telah memberikan prinsip perubahan:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ,
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d: 11). Perubahan umat harus dimulai dari perubahan diri.
Jamaah yang dirahmati Allah, kita tidak mungkin menghentikan perubahan zaman, tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita menghadapinya. Teknologi akan terus berkembang, informasi akan semakin deras, dan dunia akan semakin cepat. Karena itu, jangan menjadi manusia yang hanya mengikuti apa yang viral, tetapi jadilah manusia yang memiliki prinsip, jangan hanya bertanya apa yang bisa dilakukan teknologi, tetapi tanyakan apakah Allah meridhainya.
Gunakan teknologi untuk ilmu, media sosial untuk dakwah dan manfaat, kemampuan untuk melayani umat, harta untuk kebaikan, dan waktu untuk amal saleh. Jangan sampai kita mampu mengendalikan teknologi, tetapi tidak mampu mengendalikan hawa nafsu.
Maka jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, jadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. Jangan hanya membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan pahala, tetapi bacalah untuk mendapatkan petunjuk, jangan hanya menghafalnya dengan lisan, tetapi hidupkan nilainya dalam kehidupan. Ketika memilih, jadikan Al-Qur’an pembimbing, ketika menghadapi masalah, jadikan petunjuk Allah sebagai pegangan, ketika menggunakan teknologi, jadikan takwa sebagai pengendali.
Sebab sebanyak apa pun informasi yang kita miliki tidak akan cukup tanpa petunjuk Allah. Dunia boleh semakin canggih, teknologi boleh semakin pintar, tetapi manusia tetap membutuhkan Allah. Jangan sampai teknologi semakin pintar, sementara manusia semakin kehilangan arah. Dunia boleh berubah semakin cepat, tetapi hati kita harus semakin dekat kepada Allah dan langkah kita tetap berada di jalan yang lurus.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ. اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ. اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ حِسَابًا ثَقِيْلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Download file PDF: