News

Jelang Ramadan, Ansharu Syariah dan MPJ Dorong Penutupan Outlet Miras di Jember

JEMBER (ansharusyariah.com)— Laskar Jamaah Ansharu Syariah bersama para ulama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Jember (MPJ) mendatangi sejumlah outlet penjualan minuman keras (miras) dan tempat hiburan di Kabupaten Jember, Senin (18/2/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan teguran agar usaha-usaha tersebut menutup operasionalnya selama bulan Ramadan.

Aksi tersebut turut dikawal oleh organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparat penegak hukum dari Polri dan TNI. Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung dengan tertib dan kondusif.

Aksi diawali dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh pembina MPJ, Abdul Hamid Hasbullah. Setelah itu, massa bergerak ke sejumlah titik untuk melakukan dakwah on the street guna mengedukasi masyarakat tentang bahaya miras serta pentingnya menghormati kemuliaan bulan Ramadan.

Karena informasi kegiatan tersebut telah beredar sebelumnya, sejumlah pemilik outlet dilaporkan telah menutup unit usahanya sebelum massa tiba di lokasi.

Koordinator Laskar Ansharu Syariah, Afandi, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog.

“Sebenarnya kami mau diskusi dari hati ke hati gitu dengan para pemiliknya. Gak usahlah jualan miras, jualan yang lain kan bisa. Masak gak ada usaha lain yang gak melanggar hukum agama dan negara?,” ungkap Afandi.

Sementara itu, koordinator lapangan aksi dari MPJ, Muhammad Umar, menekankan pentingnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian minuman beralkohol yang telah berlaku di Kabupaten Jember. Ia juga menyoroti maraknya penjualan miras tanpa legalitas.

“Semua toko tanpa izin resmi harus ditutup. Bukan hanya Ramadan, tapi seterusnya,” tegasnya di hadapan peserta aksi.

Menurutnya, instansi terkait belum pernah menerbitkan izin penjualan langsung minuman beralkohol.

“Kalau tidak ada legalitas dari dinas, berarti mereka ilegal. Maka wajib ditutup,” katanya.
Selain persoalan miras, MPJ juga menyoroti penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin meluas dan telah menyasar generasi muda, termasuk pelajar usia SMP hingga lingkungan pendidikan keagamaan.

“Kami prihatin melihat generasi muda terpapar narkoba. Ini ancaman serius bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, peserta juga menyinggung pentingnya ketegasan aparat, termasuk TNI dan Polri, dalam menekan peredaran miras serta narkoba.

“Kami cinta Indonesia. Karena itu kami berjuang, bukan hanya berdoa, tapi juga berkontribusi dengan kemampuam terbaik kami,” pungkasnya.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button