Sebab-Sebab Kemenangan, Penghalangnya, dan Pertolongan Allah Ta’ala

Oleh: Ustadz Masyhadi Ahyar, M.Pd.
Merupakan sebuah kekeliruan jika sebab kemenangan hanya dibatasi pada jumlah pasukan dan kelengkapan semata. Memang keduanya sangat penting dan keduanya merupakan faktor krusial yang dapat menentukan kemenangan. Kaum muslimin juga diperintahkan untuk mempersiapkan dan mengusahakan semampunya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ….
“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu…..” (QS. Al-Anfal: 60).
Namun, jumlah dan kelengkapan bukanlah satu-satunya sebab kemenangan. Jika melihat di dalam perjalanan siroh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam justru akan ditemukan bahwa banyak peristiwa ketika kaum muslimin dengan jumlah yang sedikit serta kelengkapan yang semampunya dapat menghadapi kaum musyrikin dengan jumlah dan kelengkapan yang lebih sempurna.
Masih kuat dalam memori kita tentang dahsyatnya perang badar tahun 2 H, kaum muslimin sekitar 313 orang menghadapi pasukan dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 1000 lebih dari orang-orang Quroisy yang menentang Nabi.
Belum lagi perang Uhud (3 H) sekitar 700 saat perang melawan 3000 Quroisy, Khodaq (5 H), Mu’tah (8 H), Yarmuk (15 H) dan juga peristiwa-peristiwa lainnya.
Dengan begitu tidak bisa dipungkiri serta harus diyakini bahwa terdapat sebab-sebab kemenangan lain yang juga menjadi faktor penting sehingga Allah Ta’ala memberikan kemenangan kepada kaum muslimin serta memberikan pertolongan kepada mereka.
Beberapa sebab kemenangan itu diantaranya adalah ketulusan bertawakal hanya kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq: 3).
Diantara sebab kemenangan lain-nya adalah dengan menolong agama Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana janji dalam firman-Nya:
وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Hajj: 40).
Allah Ta‘ala juga berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7).
Jika Kekalahan Terjadi
Jika di suatu tempat kekalahan menimpa kaum muslimin atau kemenangan tertunda dalam sebuah peristiwa, maka bisa jadi hal itu terjadi sebab kekurangan dalam mewujudkan salah satu dari sebab-sebab kemenangan tersebut.
Adakalanya karena keyakinan yang lemah dan terlalu bersandar kepada sebab-sebab materil. Atau niat yang tidak benar, menyimpang dari tujuan yaitu menolong agama Allah Ta’ala.
Selain apa yang telah disebutkan, kemenangan terhalang bisa jadi karena kemaksiatan atau dosa yang telah dilakukan oleh beberapa orang yang berani melanggar perintah Allah Ta’ala dan Rosulullah Shalallahu alaihi wa Sallam. Bahkan bisa jadi karena sedikit kelalaian terhadap satu perintah, sebagaimana yang terjadi dalam perang Uhud.
Dikatakan dalam sebuah riwayat bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi Rahimahullah, biasa berkeliling menemui para pasukannya pada malam hari. Jika ia melihat mereka sedang melaksanakan salat, ia berkata:
من هنا يأتي النصر
“Dari sinilah datangnya kemenangan.”
Namun, apabila ia melihat mereka lalai dan banyak bermain-main, ia berkata:
من هنا تأتي الهزيمة
“Dari sinilah datangnya kekalahan.”
Apabila sebab-sebab kemenangan telah terpenuhi, maka akan pertolongan dari Allah Ta’ala akan turut menyertai kaum Muslimin melawan kaum Musyrikin. Di antara pertolongan Allah Ta‘ala itu adalah rasa takut (AR-RU‘B) yang Allah masukkan ke dalam hati musuh-musuh-Nya.
Melalui rasa takut tersebut, benteng-benteng yang kokoh kaum musyrikin dapat runtuh, pasukan-pasukan besar dapat mengalami kekalahan, dan para penguasa yang sombong serta para penguasa zalim dapat menyerah.
Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda:
أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ….
“Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada satu nabi pun sebelumku. Aku ditolong dengan rasa takut yang ditimpakan kepada musuh sejauh perjalanan satu bulan….” (HR. Al-Bukhari, Hadis No. 438).



