Artikel

Senioritas dalam Perjuangan

Oleh : Ustadz Abu Faiz Al Qodri Surowijoyo
Rois Sariyah Dakwah Markaziyah Jama’ah Ansharu Syariah

Dalam perjuangan dikenal istilah senior dan junior atau para pendahulu yakni mu’asis perintis dan juga penerus dan pewaris, bahkan di QS At-Taubah ayat 100 Allah sangat gamblang menjelaskan pembagian ini.

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٍ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٍ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung,”

Namun jika dikaji lebih mendalam bahwa baik senior maupun junior, Mutaqodimin atau Muta’akhirin titik tolaknya pada pengambilan peran dan kesungguhan dalam tugas.

Contohnya sahabat Abu Hurairah cukup kondang dan punya level tinggi dikalangan sahabat dengan membersamai Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa Sallam fulltime 2,5 tahun menjadi ahlus sufah dan para shalafus sholih sepakat dg keutamaan ini, atau sahabat Usamah bin Zaid yang masih relatif muda diangkat panglima oleh Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.

Hal ini menjadi pelajaran saat ini bahwa di dalam sebuah lembaga dakwah maupun lembaga perjuangan yang lain disamping kesenioran seorang anggota untuk menduduki amanah tertentu dalam lembaga, maka juga pentingnya pertimbangan kesenioran dalam ambil peran dalam amal jama’i tersebut.

Dan tentunya memberi ruang para junior junior yang berpotensi dan punya kesungguhan untuk lebih dioptimalkan potensinya sehingga tidak pupus karir perjuangannya hanya karena slogan belum senior, masih mentah atau alasan lainya.

Alhasil semua pihak perlu instropeksi dan senantiasa mawas diri dengan marhalah pribadinya di dalam perjuangan di Jama’ah atau lembaganya masing-masing.

Allahu a’lam bishowwab

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button