News

Bangun Kemandirian Ekonomi, Ansharu Syariah Gelar Pelatihan Dasar Kelistrikan di Semarang

SEMARANG (ansharusyariah.com)— Jamaah Ansharu Syariah melalui Sariyah Iqtishadiah menggelar pelatihan dasar kelistrikan di kawasan Puspogiwang, Semarang Barat, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan keterampilan teknis.

Pelatihan tersebut dimentori langsung oleh Ustadz Tugimin selaku Rois Iqtishadiah Jamaah Ansharu Syariah. Para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan dasar kelistrikan sekaligus pemahaman tentang pentingnya kemandirian ekonomi berbasis nilai keislaman.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Tugimin menegaskan, bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan keahlian teknis, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar membangun kekuatan ekonomi jamaah.

“Kegiatan ini bukan sekadar belajar keterampilan, tetapi merupakan ikhtiar untuk membangun kemandirian ekonomi jamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan umat tidak hanya diukur dari aspek spiritual, tetapi juga dari kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.

“Kekuatan umat tidak diukur dari kekuatan agama semata, tapi juga diukur dari kemampuan untuk berdiri di atas kaki kita sendiri dalam urusan ekonomi,” tegasnya.

Selain itu, peserta juga didorong untuk memandang aktivitas ekonomi sebagai bagian dari ibadah. Bekerja dan berusaha dinilai tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual serta manfaat sosial.

“Menjadi pejuang ekonomi bukan berarti hanya mencari penghasilan, tetapi juga menguatkan niat untuk ibadah kepada Allah, memberikan manfaat kepada sesama, serta mengurangi ketergantungan kepada orang lain,” terangnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan teknisi muslim yang terampil, profesional, dan memiliki integritas tinggi, sekaligus menumbuhkan keberanian peserta untuk memulai usaha mandiri.

“Melalui pelatihan ini kami berharap muncul semangat belajar yang serius, tumbuh keberanian memulai usaha, serta lahir teknisi muslim yang amanah dan profesional,” ujarnya.

Menutup kegiatan, peserta diingatkan untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Praktikkan dan jangan ragu untuk mencoba. Jadikan ini bekal untuk bangkit, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk umat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui penguatan keterampilan dan nilai-nilai keislaman.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button