MuslimahNews

Ustadz Ahmad Ibnu Khaldun Tekankan Keteladanan dalam Dakwah Keluarga

SUKOHARJO (ansharusyariah.com)— Ustadz Ahmad Ibnu Khaldun menegaskan pentingnya keteladanan sebagai fondasi utama dalam dakwah, khususnya di lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan dalam kajian Ummahat di Masjid Al Barokah, Bekonang, Sukoharjo pada Ahad (17/5/2026).

Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa kekuatan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bermula dari kepribadian dan akhlak beliau sendiri. Menurutnya, sifat-sifat kenabian seperti fathonah (cerdas), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan amanah menjadi faktor yang membuat masyarakat percaya kepada Rasulullah bahkan sebelum beliau berbicara panjang lebar.

Ia kemudian mengisahkan sebuah peristiwa ketika Rasulullah didatangi oleh sebuah keluarga dari wilayah Syam. Awalnya, kepala keluarga tersebut berniat menguji Rasulullah dengan berbagai pertanyaan tentang Taurat.

Namun, sebelum pertanyaan diajukan, mereka telah lebih dahulu meyakini kenabian Rasulullah karena melihat akhlak dan keteladanan beliau.

“Kadang belum berbicara panjang, orang sudah percaya. Itu karena keteladanan. Maka dakwah harus dimulai dari diri sendiri,” ujar Ustadz Ahmad di hadapan jamaah.

Menurutnya, dakwah dalam keluarga menjadi pondasi penting sebelum seseorang mengajak masyarakat luas. Ia menilai hubungan yang baik antara suami dan istri akan sangat mempengaruhi keberhasilan dakwah.

“Bagaimana kita bisa berdakwah kepada orang lain kalau keluarga sendiri belum percaya kepada kita,” katanya.

Ustadz Ahmad juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam rumah tangga, termasuk keberanian seorang suami untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada istrinya.

“Kalau punya kesalahan, suami harus minta maaf kepada istrinya. Dan jangan lupa berterima kasih karena istri sudah melayani dan mendukung perjuangan suaminya,” ujarnya.

Menurut dia, kurangnya perhatian dalam rumah tangga sering kali menjadi sebab munculnya hambatan dalam perjuangan dakwah, bukan semata-mata karena istri tidak mendukung.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad turut mengingatkan bahwa setiap muslim sejatinya adalah dai atau pengajak kepada kebaikan. Dakwah, kata dia, tidak selalu harus dilakukan melalui ceramah formal.

“Share informasi kajian saja sudah termasuk dakwah. Mengajak teman datang ke majelis ilmu juga bagian dari dakwah,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa makna jihad dalam Islam sangat luas dan tidak terbatas pada peperangan. Salah satu bentuk jihad, menurutnya, adalah melawan hawa nafsu dan berjuang memperbaiki diri.

Menutup kajiannya, Ustadz Ahmad mengajak jamaah untuk banyak bersyukur atas nikmat persaudaraan dan kesempatan berada dalam satu barisan perjuangan dakwah.

“Kita harus bersyukur karena Allah kumpulkan kita dalam satu jamaah dan satu perjuangan,” katanya.

Reporter: Ridho Asfari

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button