Artikel
Trending

Kebencian Terhadap Islam dan Orang Yang Menegakkannya

Oleh:
Ustadz Surip., S.Pd.I | Sariyah Dakwah Markaziyah Jamaah Ansharu Syariah

Sering kita mendengar istilah Islamophobia, apa itu Islamophobia? Islamophobia adalah ketakutan berlebihan yang tidak memiliki dasar berpikir yang kuat tentang Islam bahkan dapat disebut dengan mengada-ada. 

Tidak ada pembenaran yang logis di dalamnya, yang ada hanyalah prasangka-prasangka yang terlahir akibat perspektif buruk yang terus menerus ditanamkan kepada diri seseorang bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan, kebencian, egois, tidak toleran dan membatasi  pemeluknya dengan aturan-aturan yang ketat sehingga tidak adanya kebebasan di dalamnya yang berujung persepsi bahwa Islam adalah kuno, ekstrem, agama yang membawa kehancuran, dan lain sebagainya.

Opini umum bahwa Islam adalah agama perusak dan penuh dengan kekerasan ini digelontorkan oleh Barat sedemikian rupa agar masyarakat dunia tidak mengenal Islam apalagi memeluknya. Kebencian mereka akan Islam telah dibuktikan dengan usaha dan kerja keras sehingga membentuk sebuah tata dunia baru yang menjadikan Islam sebagai agama yang harus dimusuhi, dijauhi, ditinggalkan, bahkan kalau perlu dilarang baik pengenaan atribut, pelaksanaan ibadahnya, dan yang paling penting adalah jangan sampai hukum Islam yang adil dan bijaksana mewarnai suatu negeri.

Kegigihan mereka digambarkan dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّـهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ ﴿١٢٠﴾

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al Baqarah: 120)

Sebab turun ayat ini disebutkan bahwa para sahabat dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk menta’lif  (melembutkan) hati orang Yahudi agar mereka ridho terhadap umat Islam. Maka Allah turunkan ayat ini. Menjelaskan bahwa mereka tidak akan pernah ridho sampai kita mengikuti millah (agama dan syiar-syiar mereka, gaya hidup, cara beragama) mereka. Yang mengabarkan hal ini adalah Allah. Maka siapapun yang tidak percaya dengan ayat ini, berarti dia tidak percaya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Hikmah dari gerakan kebencian terhadap Islam oleh orang yang anti Islam

Penghinaan terhadap Islam, persekusi, intimidasi, diskriminasi terhadap umat Islam yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan terus berulang kembali tidak hanya membawa keburukan baik umat Islam tetapi juga ada hikmah dan faedah yang  tidak sedikit. Pada kesempatan ini ada ungkapkan 3 hikmah yang di antaranya:

1. Terbukanya rahasia penyakit akut kebencian terhadap Islam dalam hati musuh-musuh Islam baik dari kalangan orang kafir maupun sahabatnya orang munafiq.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”(QS. Ali Imran;118).

Musuh yang paling berbahaya bagi orang beriman adalah orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Karena mereka adalah musuh yang menyamar sebagai orang beriman atau istilahnya musuh dalam selimut. Karena mereka seolah-olah menjadi teman, tetapi hakekatnya adalah musuh. Orang munafik di dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai musuh yang paling berbahaya. Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap mereka. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan apabila kamu melihat mereka(orang-orang munafik), tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka berkata kamu mendengarkan Perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar  . mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)” (QS. Al-Munafiqun:4)

“Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu Lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. mereka itu tidak beriman, Maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”(QS.Al-Ahzab:19).

2. Faedah selanjutnya yang lebih penting adalah bahwa hanya dengan aksi demonstrasi dengan damai untuk melawan penghinaan terhadap Islam sangat tidak memadai.

Semua penghinaan itu harus menjadi peringatan keras bagi organisasai masyarakat Islam, ormas Islam dan sejenisnya untuk memprioritaskan para jamaahnya tentang pentingnya pendidikan aqidah, keimanan dan perbandingan agama dengan mendatangkan pihak-pihak yang berkompenten di bidangnya seperti pakar Kristologi yang ahli tentang kitab-kitab injil misalnya, agar semua umat Islam bisa melawan penghinaan itu dengan kajian ilmiah yang argumentatif seperti yang dilakukan oleh Almarhum Syeikh Ahmad Deedat dan penerusnya Dr. Zakir Naik.

Cara-cara seperti itu adalah cara yang ilmiah, berperadaban, intelektual dan tidak feodal. Cara seperti itu juga tidak reaktif dan merupakan cara yang logis yang dianjurkan oleh Allah SWT tetapi tentu cara seperti itu merupakan cara yang harus dibekali dengan ilmu pengetahuan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُجَٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka , dan Katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (QS. Al-Ankabut;46).

3. Penghinaan-penghinaan terhadap Islam yang berkelanjutan telah menimbulkan reaksi keras di dunia Islam.

Tetapi sayangnya reaksi keras seperti itu sangat spontanitas dan tidak berkelanjutan seperti dalam kasus karikatur menghina Rasulullah SAW. Reaksi seperti itu kurang efektif. Seharusnya ada langkah-langkah kongkrit antara organisasi dan gerakan Islam lintas internasional dengan merumuskan cara dakwah yang efektif dalam menyampaikan Islam. Dan menggalang persatuan umat dan tokohnya.

Walaupun dalam realitasnya sudah sangat jelas perbedaan pendapat, madzhab dan bahkan persaingan tidak sehat kadang juga muncul di antara organisasi Islam itu sendiri. Sepertinya persatuan organisasi Islam sangat mustahil dalam beberapa hal. Tetapi minimal harus ada kerjasama atau minimal pembagian kerja yang jelas dalam menghadapi berbagai isu dan membuang semua sifat arogansi masing-masing.

Lihat lebih banyak

Artikel terkait

Check Also
Close
Back to top button